logo2

ugm-logo

Pemkot Bengkulu Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa

Bengkulu - Gempa berkekuatan magnitudo 6,3 terjadi di Bengkulu pada Jumat (23/5/2025) pukul 02.52 WIB. Pemerintah Kota Bengkulu kini sudah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi.

Status tanggap darurat ini berlaku selama 7 hari, terhitung sejak 23-29 Mei 2025. Hal itu diungkapkan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, Sabtu (24/5/2025).

"Pemerintah Kota Bengkulu telah menetapkan surat Keputusan (SK) penetapan status tanggap darurat bencana gempa bumi. SK dengan nomor 110 tahun 2025 ini berlaku selama tujuh hari, terhitung sejak 23 Mei hingga 29 Mei 2025," kata Khristian.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa Bengkulu mengakibatkan sebanyak 255 rumah warga rusak.

Khristian menyebut berdasarkan data ter-update memang ada sebanyak 255 unit rumah rusak yang tersebar di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

"Rumah rusak di Kota Bengkulu berjumlah 206 unit, delapan di antaranya dengan kategori rusak berat. Ada juga 6 fasilitas umum juga mengalami kerusakan, yaitu masjid 2 unit, kantor camat 2 unit dan sekolah 2 unit," kata Khristian.

 

Khristian menjelaskan, sebaran kerusakan di Kota Bengkulu terdapat di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Selebar, Gading Cempaka, Singara Pati, Sungai Serut dan Kampung Melayu, sedangkan wilayah Bengkulu Tengah, sebanyak 49 rumah dan 4 unit sekolah rusak karena guncangan gempa.

"Sebaran dampak gempa berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Kelapa, Pondok Kubang dan Talang Empat," jelas Khristian.

Khristian merincikan, di Kota Bengkulu ada 792 jiwa terdampak, di Kabupaten Bengkulu Tengah 49 KK. Namun dia memastikan tidak ada warga yang mengungsi.

"Tidak ada warga yang mengungsi. Mereka memilih untuk berada di sekitar rumah dan enggan meninggalkan rumah karena faktor kenyamanan dan keamanan," tukasnya.

BPBD Siaga Banjir dan Longsor di Tasikmalaya

Tasikmalaya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, masih siaga dan gencar melakukan edukasi kepada masyarakat menyusul bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, mengatakan intensitas hujan tinggi yang terjadi di daerahnya masih ada potensi bahaya.

"Kesiapsiagaan harus dilakukan terutama kepada masyarakat melalui edukasi dan mitigasi termasuk petugas gabungan mulai TNI, Polri, BPBD, PMI, Tagana, relawan tetap siaga menghadapi bencana. Karena, bencana hidrometeorologi di daerahnya masih ada potensi seperti banjir, longsor dan berbagai peralatan harus disiapkan," kata Nuraedidin dalam keterangan pers, Senin, 26 Mei 2025.

Dia mengatakan intensitas hujan tinggi yang terjadi di daerahnya secara geografis, geologis dan hidrologis memang memiliki perbukitan, tebing hingga kontur tanah labil sangat mudah terjadi bencana longsor dan pergerakan tanah.

Namun hujan deras di wilayahnya harus diwaspadai bersama dan memang di Kabupaten Tasikmalaya sendiri biasa berada di Kecamatan Sukaresik dan Cipatujah.

"Kami meminta agar masyarakat selalu waspada karena bahaya hidrometeologi dapat menyebabkan longsor, banjir, pohon tumbang dan pergerakan tanah mengingat Kabupaten Tasikmalaya di peringat ke 2 di Jawa Barat terkait bencana. Akan tetapi, bencana longsor yang sering terjadi berada di Kecamatan Salawu, Taraju, Culamega, Sodonghilir, Cineam, Cigalontang, Salopa, Cisayong, Sukahening, Gunungtanjung, Sukaraja, Karangjaya, Pageurageung, Parungponteng, Karangnunggal, Puspahiang dan Bojonggambir," ungkapnya.

Menurutnya banjir luapan Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang yang merendam 937 rumah atau 1.171 Kepala Keluarga dengan 3.986 jiwa di Kampung Bojongsoban, Hegarsari, Cicalung dan Mekarsari, Desa Tanjungsari dan Desa Sukapancar, Desa Banjarsari, Kecamatan Sukaresik, sudah terjadi puluhan kali. 

"Banjir luapan aliran Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang di Kecamatan Sukaresik menyebabkan satu meninggal dan untuk kerugian sebesar Rp900 juta. Kami juga meminta agar masyarakat selalu waspada, karena potensi hujan masih akan terjadi di sejumlah daerah," ujarnya.

More Articles ...