logo2

ugm-logo

Satu Jenazah Korban Gempa Cianjur Kembali Ditemukan

JawaPos.com–Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, satu jenazah korban gempa Cianjur ditemukan tim SAR gabungan pada hari ke-10 proses pencarian, Rabu (30/11) petang. Sehingga, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 328 orang.

”Jadi hari ini (30/11) ada penambahan penemuan korban meninggal tertimbun longsor satu orang, sehingga korban meninggal dunia bertambah satu menjadi 328 jiwa,” kata Herman seperti dilansir dari Antara di Pendopo Kantor Bupati Cianjur, Rabu (30/11).

Untuk korban hilang yang masih dalam proses pencarian pada hari ke-10, lanjut dia, sebanyak 12 orang. Sedangkan untuk korban luka akibat gempa Cianjur sebanyak 595 orang dan korban luka berat sebanyak 61 orang yang masih dirawat di rumah sakit.

Pada hari ke-10, bupati juga sudah mengeluarkan surat terkait pengungsian kepada camat dan kepala desa sudah bisa pulang ke rumahnya masing-masing. Dengan catatan rumahnya tidak berbahaya atau masih layak dihuni.

”Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas gempa bumi di wilayah Cianjur terus melemah dan frekuensinya semakin jarang. Warga sudah dapat kembali ke rumah masing-masing, dengan catatan kondisi bangunan rumahnya tidak mengalami kerusakan struktur,” ujar Herman Suherman.

Bupati Herman memutuskan, proses pencarian korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, yang seharusnya berakhir pada Rabu (30/11), diperpanjang selama tiga hari ke depan atau hingga Sabtu (3/12). ”Kami Kabupaten Cianjur telah membuat usul penambahan waktu tiga hari ke depan. Mohon doanya, mudah-mudahan dalam waktu tiga hari ini. Mohon doa agar cuaca baik dan Basarnas bisa menemukan warga yang hilang sebanyak 12 jiwa,” kata Herman Suherman.

Perpanjangan waktu pencarian korban gempa Cianjur itu diputuskan karena hingga Rabu (30/11), masih ada 12 warga hilang yang belum ditemukan.

Bupati Cianjur mengatakan, surat usul perpanjangan proses pencarian jenazah korban gempa Cianjur telah ditandatangani. ”Sudah saya tanda tangani, mulai 1 sampai 3 Desember. Tapi kalau besok yang 12 orang ini ketemu, perpanjangan dihentikan. Tapi kalau satu hari, dua hari belum ketemu dilanjutkan sampai hari ketiga,” tutur Herman.

UPDATE Gempa Cianjur: 328 Meninggal, 12 Masih Hilang, 109.386 Mengungsi

KOMPAS.com - Penanganan dan pencarian korban gempa Cianjur terus dilakukan hingga perpanjangan pertama yang berakhir pada Rabu (30/11/2022).

Sejauh ini, pos komando (posko) Penanganan Darurat Bencana Gempa Cianjur mencatat sebanyak 328 orang meninggal dan 12 lainnya masih dinyatakan hilang dan masuk Daftar Pencarian (DP).

Untuk menyelesaikan Daftar Pencarian tersebut, Posko memutuskan untuk memperpanjang masa pencarian korban hilang selama 3 hari, terhitung mulai 1-3 Desember 2022.

Perpanjangan daftar pencarian tersebut bukanlah tanpa asalan, terlebih ahli waris masih mengharapkan ditemukannya korban yang masih hilang.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Cianjur Herman Suherman dalam keterangan pers, dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (30/11/2022) malam.

"Kami Kabupaten Cianjur telah membuat usulan penambahan waktu tiga hari ke depan," kata dia.

Selain menyampaikan perihal update pencarian korban, Bupati Cianjur juga kembali menyampaikan imbauan untuk warga yang rumahnya tidak rusak dapat kembali ke rumah masing-masing.

"Segera secara bertahap, warga dapat kembali ke rumah, tentunya yang rumahnya tidak rusak," katanya lagi.

Sedangkan apabila rumahnya rusak ringan hingga sedang, warga dapat melihat kondisinya dan segera melakukan perbaikan.

Data sementara untuk rumah rusak sebanyak 17.864 unit hingga Rabu (30/11/2022) pukul 15.00 WIB.

Perinciannya yakni rusak berat 4.376 unit, rusak sedang 5.306 unit, dan rusak ringan 8.182 unit.

Saat ini, pihaknya telah menyiapkan 3 lahan yang akan dimanfaatkan sebagai relokasi warga terdampak gempa.

109.386 warga masih mengungsi

Daerah relokasi tersebut imbuhnya berada di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur.

"Lahan di Desa Sirnagalih dipilih setelah adanya rekomendasi dari BMKG terkait keamanan terhadap potensi baaya baik potensi bahaya geologi maupun hidrometeorologi," paparnya.

Luas lahan relokasi yang dipersiapkan di Sirnagalih mencapai 2,5 hektar dengan peruntukan 200 unit rumah tipe 36.

Di lain pihak, perwakilan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP)/Basarnas wilayah Jawa Barat Jumaril juga menyatakan kesiapannya, terutama terkait sumber daya guna memperpanjang pencarian korban hilang.

Sementara itu, operasi pencarian pada Rabu (30/11/2022), petugas gabungan berhasil mengevakuasi satu korban meninggal dunia di Kampung Cicadas.

Diketahui, pada Rabu (30/11/2022) tim memfokuskan pencarian di tiga lokasi yakni di wilayah Cijedil, warung Shinta, dan Kampung Cicadas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dari hasil pendataan yang dilakukan, warga yang masih mengungsi mencapai 109.386 jiwa. Data tersebut diambil pada Rabu (30/11/2022) pukul 15.00 WIB, dan tersebar di 451 titik, dengan perincian 351 di pos pengungsian dan sisanya mandiri.

More Articles ...