logo2

ugm-logo

Webinar Series “Resiliensi Fasilitas Kesehatan : Membangun Kesiapsiagaan Operasional dalam Menghadapi Krisis Kesehatan”

Latar Belakang

Fenomena perubahan cuaca ekstrem kini telah menjadi topik hangat yang menuntut perhatian serius dari seluruh sektor. Dampak nyata dari perubahan ini terlihat dari tingginya frekuensi kejadian banjir di berbagai wilayah, yang menjadi pengingat keras bahwa fasilitas kesehatan harus segera berbenah. RS dan fasyankes dituntut untuk membangun kesiapsiagaan operasional yang tangguh guna menghadapi krisis kesehatan yang bisa terjadi kapan saja. Selain ancaman hidrometeorologi, letak geografis Indonesia menempatkan banyak daerah pada risiko tinggi bencana geologi. Adanya potensi aktivitas sesar Lembang, misalnya, membawa ancaman serius berupa gempa bumi hingga tsunami yang tidak dapat diabaikan. Kompleksitas ancaman inilah yang mengharuskan fasilitas kesehatan memiliki daya tahan (resiliensi) yang melampaui standar operasional rutin.

Pemerintah terus menunjukkan komitmen jangka panjang dalam memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menghadapi berbagai situasi darurat. Langkah ini ditegaskan kembali melalui terbitnya Permenkes No. 1 Tahun 2026 yang mengatur tentang Kejadian Luar Biasa (KLB), Wabah, dan Krisis Kesehatan. Regulasi tersebut secara eksplisit mengamanatkan perwujudan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Aman Bencana sebagai standar mutlak dalam pelayanan publik. Untuk membangun ketangguhan tersebut, diperlukan rangkaian upaya terintegrasi yang mencakup mitigasi, analisis risiko, pengaturan layanan darurat, pembentukan sistem komando, penguatan kapasitas SDM, hingga evaluasi sistem. Merespons kebutuhan tersebut, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan webinar bertajuk "Resiliensi Fasilitas Kesehatan: Membangun Kesiapsiagaan Operasional dalam Menghadapi Krisis Kesehatan" dengan menghadirkan para ahli di bidangnya. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali tenaga kesehatan dalam meningkatkan kapasitas fasyankes saat menghadapi krisis kesehatan di masa depan.

Tujuan

Membekali tenaga kesehatan dalam meningkatkan kapasitas fasyankes saat menghadapi krisis kesehatan di masa depan.

Output

Peserta mampu memahami kesiapsiagaan operasional fasilitas kesehatan dalam menghadapi krisis kesehatan

Sasaran Kegiatan

Dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, akademisi, organisasi profesi, relawan kesehatan, mahasiswa, masyarakat umum.

Waktu Pelaksanaan

Seri 1 “Mitigasi, Risiko dan Alur Pelayanan Darurat”

Hari/Tanggal   : Selasa, 28 April 2026
Pukul             : 13.00 - 16.00 WIB

Seri 2 : Struktur Organisasi dan Uji Aktivasi Sistem

Hari/Tanggal  : Selasa, 5 Juni 2026
Pukul            : 13.00 - 16.00 WIB

Rundown Kegiatan

Waktu Materi Narasumber/Moderator

Seri 1 : Mitigasi, Risiko dan Alur Pelayanan Darurat

Hari/Tanggal               : Selasa, 28 April 2026

13.00 - 13.15 Pengantar

Kepala Divisi PKMK FK-KMK UGM

Moderator :

dr. Muhammad Alif Seswandana

13.15 - 14.00

Materi 1.

Konsep pre hospital dan hospital dalam menghadapi krisis kesehatan

dr. Ali Haedar, SpEM, KPEC, Ph.D, FAHA, FICEP
14.00 - 14.45

Materi 2.

Analisis risiko

Happy R Pangaribuan, SKM,MPH
14.45 - 15.30

Materi 3.

Manajemen Ambulans saat Bencana

Sutono, SKp., MKep., M.Sc
15.30 - 16.00 Diskusi  
16.00 Penutup  

Seri 2 : Struktur Organisasi dan Uji Aktivasi Sistem

Hari/Tanggal               : Selasa, 5 Mei 2026

13.00 - 13.15 Pengantar

Kepala Divisi PKMK FK-KMK UGM

Moderator :

dr. Muhammad Alif Seswandana

13.15 - 14.00

Materi 1.

Struktur organisasi saat bencana

dr. Bella Donna, M.Kes
14.00 - 14.45

Materi 2.

Pembentukan Tim Darurat Medis di Fasyankes

dr. Corona Rintawan, Sp.EM
14.45 - 15.30

Materi 3 :

Rancangan Simulasi Bencana dan Krisis Kesehatan

Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
15.30 - 16.00 Diskusi  
16.00 Penutup  

 

Biaya Pendaftaran


SERI 1

Individu      Rp. 120.0000/orang
Kelompok    Rp. 500.000/tim (5 orang)

REGISTER

   REG SESI1

 


 

SERI 2

Individu      Rp. 120.0000/orang
Kelompok    Rp. 500.000/tim (5 orang)

REGISTER

   REG SESI2

 

 

Informasi Pendaftaran

Pendaftaran:
Admin Manajemen Bencana Kesehatan
08211649007
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Konten:
dr. Muhammad Alif Seswandana
(+62 812 8944 5077)

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Gedung Litbang FK-KMK Jl. Medika Yogyakarta 55281 

WEBINAR NASIONAL “⁠Transformasi Peran Perawat dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)”

KAK

Pengantar

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan medis. SPGDT dirancang untuk memastikan terselenggaranya pelayanan gawat darurat yang cepat, tepat, terkoordinasi, dan berkesinambungan, mulai dari pra-rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga rujukan lanjutan. Dalam implementasinya, perawat memiliki peran strategis sebagai tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan dalam pelayanan kegawatdaruratan. Perawat tidak hanya berperan dalam memberikan asuhan keperawatan, tetapi juga sebagai koordinator pelayanan, komunikator antar profesi, serta pengambil keputusan awal dalam situasi kritis. 

Namun, perkembangan teknologi kesehatan, dinamika sistem pelayanan, serta meningkatnya kompleksitas kasus kegawatdaruratan menuntut adanya transformasi peran perawat agar mampu beradaptasi dengan tuntutan tersebut. Saat ini, tantangan dalam pelaksanaan SPGDT masih mencakup keterbatasan sumber daya manusia terlatih, variasi kompetensi, belum optimalnya koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi informasi yang belum merata. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi kecepatan dan kualitas respons terhadap kasus gawat darurat, yang pada akhirnya berdampak pada keselamatan pasien.

Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk mendorong transformasi peran perawat dalam SPGDT, melalui peningkatan kapasitas, penguatan kompetensi, pemahaman regulasi, serta pengembangan kepemimpinan klinis dan kolaborasi interprofesional. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, dan komitmen perawat dalam mendukung sistem penanggulangan gawat darurat yang responsif, profesional, dan berorientasi pada mutu pelayanan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan perawat mampu berperan lebih optimal sebagai agen perubahan dalam sistem pelayanan kegawatdaruratan, sehingga SPGDT dapat berjalan secara efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

 

Tujuan Kegiatan:

  1. Tujuan Umum

Meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan peran strategis perawat dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional, serta kolaborasi interprofesional, guna mewujudkan pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

  1. Tujuan Khusus

  1. Meningkatkan pemahaman perawat tentang konsep, kebijakan, serta alur Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dalam pelayanan kegawatdaruratan.

  2. Meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan perawat dalam penanganan kasus gawat darurat sesuai standar pelayanan dan prosedur yang berlaku.

  3. Memperkuat kemampuan perawat dalam koordinasi antar profesi, profesionalisme, serta penerapan keselamatan pasien dalam sistem SPGDT.

 

Sasaran Profesi Peserta

  1. Perawat Vokasi

  2. Ners

  3. Perawat Vokasi Level 5

  4. Perawat Vokasi Level 6

  5. Ners Spesialis Keperawatan Komunitas

  6. Ners Spesialis Keperawatan Anak

  7. Ners Spesialis Keperawatan Maternitas

  8. Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah

  9. Ners Spesialis Keperawatan Geriatri

  10. Ners Spesialis Keperawatan Jiwa

  11. Ners Spesialis Keperawatan Onkologi

  12. Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler

  13. Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis

 

Waktu dan Tempat Kegiatan

Hari, tanggal : Selasa, 14 April 2026
Waktu : 09.00 - 12.00 WIB
Tempat : Zoom Meeting

Waktu Materi Narasumber
07.30 – 08.00 Registrasi Panitia
08.00 – 09.00 Pre-test  
09.00 – 09.30 Pengantar: Tantangan Perawat di Era SPGDT dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD
09.30 – 10.00 Transformasi peran perawat dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep.
10.00 – 11.00 Diskusi  Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep.
11.00 – 12.00 Post-test  
12.00 Penutupan  

 

Pendaftaran

Biaya/ Tarif Per Peserta : Rp. 50.012

FORM PENDAFTARAN


Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening
BNI: 9888807171130003 a/n: Online Course/ Blended Learning FK UGM


Narahubung

Admin MBK
WA | 08211649007
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it." target="_blank" rel="noopener" draggable="false">

 

More Articles ...