logo2

ugm-logo

Blog

Kesiapsiagaan Individu di Daerah Pesisir dalam Menghadapi Kejadian Angin Puting Beliung

21 puting beliung 1Salah satu ancaman yang dihadapi oleh individu yang tinggal di daerah pesisir adalah angin puting beliung. Swiss Re membuat panduan kesiapsiagaan dalam menghadapi kejadian yang disebabkan oleh jenis hazard ini. individu harus mempersiapkan diri dan keluarganya telebih dahulu dalam menghadapi kejaidan ini. Tindakan yang dapat dilakukan adalah melakukan inspeksi bagian atap, jendela, pintu atau konstruksi bangunan yang kemungkinan dapat memperparah dampak kejadian pada keluarga. Memasuki masa ‘kemungkinan’ puting beliung terjadi, individu harus melakukan pengecekan terhadap perencanaan yang telah dibuat. Apabila pemerintah telah memberikan peringatan terjadinya  puting beliung, lakukan pengecekan terhadap energi yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan karena pada kejadian ini, dampak yang sering dihadapi korban adalah terputusnya semua sumber enrgi seperti listrik. Tindakan lain yang dapat dilakukan apabila angin puting beliung telah terjadi atau pasca kejadian adalah pengkajian awal dan perencanaan, melakukan pembersihan dan memperbaiki fasilitas yang terkena dampaknya. Hal tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan yang harus dilakukan oleh individu. Informasi selengkapnya Klik Disini

 

Mengenal Karakteristik Meteorological Hazards

21 meteorologicalBadai tropis, topan, cyclones, hurricanes dan typhoons walaupun memiliki nama yang berbeda; namun menjelaskan jenis bencana yang sama. Tipe bencana ini mengacu pada sistem sirkulasi tertutup yang besar di atmosfer yang bertekanan rendah dan angin kencang yang berputar berlawanan arah jarum jam. Jenis bencana atau kejadian ini dapat diprediksi beberapa hari sebelumnya. Pada serangan yang singkat, angin kencang umumnya diikuti oleh hujan deras dan banjir pada daerah pesisir. Banjir dapat terjadi di daerah pesisir karena daerahnya yang datar. Selain itu, kejadian ini juga diikuti oleh gelombang pasang. Kejadian ini dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan perumahan, khususnya pada bangunan yang konstruksinya rapuh. 

Informasi selengkapnya Klik Disini

Tren Kejadian dan Penanganan Longsor di Asia

11 landslideAsia merupakan benua yang mengalami kejadian bencana dan mengalami dampak terbesar di dunia. Peningkatan jumlah populasi, industri, urbanisasi, maupun perkembangan ekonomi merupakan faktor-faktor yang memperburuk keadaan. Asia memiiki negara-negara dengan kondisi rawan bencana yang beragam. Salah satu kejadian yang sering terjadi adalah tanah longsor. Pengurangan resiko tanah longsor merupakan kebutuhan yang esensial bagi setiap negara di Asia, khususnya Asia Tenggara dan Selatan. Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) akhirnya mengimplementasikan suatu program yang dinamakan Regional Capacity Enhancement for Landslide Impact Mitigation (RECLAIM). Program ini dilakukan untuk membantu dalam mengukur resiko terjadinya tanah longsor di Asia. Terdapat beberapa kegiatan terkait yang menjadi bagian dalam program ini meliputi pengembangan kapasitas institusi maupun stakeholder di tingkat nasional maupun lokal di negara-negara Asia. Kegiatan-kegiatan yang termasuk didalamnya yaitu pelatihan, berbagi pengalaman antar negara. Penggunaan sistem berbasis komunitas dalam peringatan tanah longsor merupakan salah satu inisiatif yang ditekankan pada program ini. informasi selengkapnya Klik Disini

 

Call for Abstract : Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-5 Riset Kebencanaan Tahun 2018

11 iabi 2

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diikuti oleh peneliti, akademisi, praktisi dan perekayasa kebencanann di Indonesia. PIT merupakan kegiatan yang diselenggarakan dibawah naungan IABI. Kegiatan ini telah terseblenggara sebanyak 4 kali. PIT terkahir yaitu ke-4 diselenggarakan di Universitas Indonesia, Jakarta.  Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-5 Riset Kebencanaan Tahun 2018 akan diselenggarakan pada 2-3 Mei 2018 di Universitas Andalas. Tema yang diangkat pada pertemuan tersebut adalah “Manajemen Bencana untuk Pembangunan yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini memungkinkan setiap pihak yang tertarik maupun terlibat dalam kebencanaan dapat berpartisipasi dalam bentuk karya ilmiah yang dihasilkan. Adapun beberapa sub tema yang diturunkan dari tema umum tersebut adalah mitigasi bencana, tanggap darurat, dan pemulihan; pengurangan resiko bencana; penyelesaian konflik, kesehatan terkait kebencanaan; ketahanan bencana secara fisik, sosial, dan ekonomi; dan lain-lain. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada kegiatan tersebut antara lain seminar nasional dan internasional tentang kebencanaan, pameran riset kebencanaan, serta field visit ke Geopark Sumatera Barat. Informasi selengkapnya  Klik Disini

 

Reportase Workshop Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan

dhdp 1

Workshop penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan (District Health Disaster Plan) berlangsung selama 2 hari di Hotel Cakra Kusuma Yogyakarta. Pemateri hari pertama disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo, SpB. KBD menyampaikan tentang kerangka konsep penanggulangan bencana bidang kesehatan yang dipandu oleh Wisnu Damarsasi, MPH. Pembicara menyebutkan bahwa public health emergency preparedness (PHEP) merupakan rencana kesiapan menghadapi krisis bencana di masyarakat yang harus terkoordinasi dan kontinyu. Pembicara juga menjelaskan tentang prinsip yang harus ada dalam dalam petunjuk teknis penanggulangan krisis kesehatan di daerah. Pada sesi diskusi dibahas tentang kewenangan antara Dinas Kesehatan dan BPBD dalam penanggulangan krisis kesehatan di daerah. Pemateri selanjutnya adalah pengorganisasian, analisis resiko bencana dan krisis kesehatan, Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk Dinas Kesehatan Disaster Plan, serta komponen Dinas Kesehatan Disaster Plan. Kegiatan hari kedua merupakan penugasan terkait penyusunan dokumen disaster plan Dinas Kesehatan di masing-masing instansi serta presentasi hasilnya. Peserta secara aktif berdiskusi dalam setiap sesi pada workshop ini. Pada sesi penutup disampaikan bahwa Dinas Kesehatan sebagai koordinator di daerah harus memiliki rencana penanggulangan bencana. informasi selengkapnya Klik Disini