logo2

ugm-logo

SEMINAR HOSPITAL DISASTER PLAN

Diselenggarakan oleh:
Magister Manajemen Rumah Sakit (S2 MMR)
Bekerjasama dengan Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) FK UGM

Yogyakarta, 25 Februari 2012


Minat Utama Magister Manajemen Rumah Sakit (MMR), Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) FK UGM menyelenggarakan Seminar Setengah Hari dengan Tema “Hospital Disaster Plan”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya inovasi dari perkuliahan Blok 4 khusus bencana yang dibuat berbeda dalam bentuk seminar. Blok 4 secara garis besar terdiri dari dua bagian, yaitu Bagian pertama membahas mengenai dinamika lingkungan dengan perubahan sistem pembiayaan dan sistem regulasi yang ada. Perubahan lingkungan ini tentunya mempengaruhi manajemen rumah sakit. Perubahan sistem ini dianalisis melalui perspektif ideologi, kebijakan politik dan regulasi kesehatan.

Bagian kedua membahas mengenai respons rumah sakit dalam menghadapi dinamika luar tersebut. Salah satu dinamika yang sering terjadi bahwa setiap rumah sakit mempunyai peluang yang sama menghadapi sebuah bencana, bahkan rumah sakit itu sendiri dapat menjadi sumber bencana bagi lingkungan sekitarnya. Dalam kontek pembelajaran blok 4 ini, akan disampaikan topik Hospital Disaster Plan sebagai salah satu upaya strategik dari rumah sakit menghadapi bencana. Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip Hospital Disaster Plan, kepemimpinan saat bencana dan perencanaan saat terjadi bencana.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari sabtu, 25 Februari 2012 bertempat di Gedung Pertemuan IKM FK UGM Yogyakarta dari Pukul 08.00 – 14.40 WIB, dengan narasumber adalah para ahli yang memang berkompeten dalam bidangnya masing-masing, yaitu: dr. Hendro Wartatmo, Sp.B, KBD, dr. Agus Barmawi, Sp.B, Sp.BD, dr. Andreasta Meliala, DPH, M.Kes, MAS, dr. Gandung B, M.Kes. Peserta yang mengikuti kegiatan adalah Mahasiswa MMR Tahun Akademik 2011/2012 Kelas Reguler Intensif, Kerjasama PT Askes, Paruh Waktu Yogyakarta, Kelas Paruh Waktu Jakarta (Video streaming), Mahasiswa MMR Tahun Akademik 2010/2011 dan sebelumnya, Alumni MMR UGM serta RS Yogyakarta dan sekitarnya.

Sesi-sesi Penyampaian Materi oleh Narasumber

Sesi I
Prinsip dan Common System dalam Hospital Disaster Plan
Dr. Hendro Wartatmo, Sp.B.KBD

Pada sesi pertama dalam kegiatan ini, dr. Hendro Sp.B.KBD menjelaskan bahwa sebenarnya Ilmu kebencanaan yang sekarang ada belum terstuktur, manajemen bencana isinya tergantung siapa yang bikin dan bidang keahlian misalnya bidang kedokteran yaitu dengan disaster medicine. Kejadian bencana akan menimbulkan korban baik itu korban luka, korban yang meninggal maupun korban yang selamat yang selanjutnya mengungsi. Bagi korban cidera/luka, maka akan dibawa ke rumah sakit, dalam hal ini akan menyebabkan rumah sakit kebanjiran korban. Selain bencana menyebabkan korban, juga bisa berdampak pada kerusakan rumah sakit, sehinggu muncul lah program dari Who untuk program Safe hospital, yaitu RS yang aman tidak hanya dari bencana tapi juga dalam keadaan normal, salah bagian dari Safe Hospital adalah adanya rencana penanggulangan bencana rumah sakit (Hospital Disaster Plan/HDP) yang merupakan perencanaan yang dibuat rumah dalam menanggulangi bencana dengan kondisi yang sesuai dengan rumah sakit itu. HDP itu seharusnya dibuat sebagai syarat dari rumah sakit bukan hanya sebagai syarat formalitas saja. Dalam HDP tersebut terdiri dari beberapa komponen, jadi seandainya dalam suata penilaian yang dilakukan terhadap rumah sakit mengenai kepemilikan HDP, maka tidak bisa hanya dengan melihat ada atau tidaknya Struktur organisasinya, melainkan komponen lain yang ada dalam HDP tersebut. Pada proses penyusunan modul umumnya rumah sakit harus membuat tim baru kemudian penyamaan persepsi untuk HDP bukan hanya untuk akreditasi saja, namun memang benar-benar sebagai suatu perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan bencana. Adanya sistem komando, dalam HDP itu dimaksudkan supaya adanya alur komando yang jelas dari suatu instruksi atau perintah, serta adanya Protap yang mengatur untuk aktifasi dari Tim bencana yang artinya bahwa orang tersebut bisa menentukan suatu kondisi yang ada sebagai bencana atau tidak. Selain itu, perlu adanya Manajemen relawan yang berfungsi untuk mengatur penempatan relawan serta penetapan perlu atau tidak pertolongan dari relawan, kalau ada relawan yang datang siapa yang menempatkan.

Sesi II
Manajemen Operasional saat bencana
Dr. Agus Barmawi, Sp.B, Sp.BD

Materi kedua dilanjutkan dengan topic Manajemen Operasional Pada Saat Bencana yang disampaikan oleh Dr. Agus Barmawi, Sp.B, Sp.BD. beliau memaparkan tentang siklus dari manajemen bencana menurut Depkes, yaitu tanggap darurat, rehabilitasi, pencegahan dan mitigasi serta kesiapsiagaan. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia terletak pada ring of fire sehingga penuh dengan risiko bencana. Dalam hal ini, rumah sakit sebagai insitusi kesehatan yang akan terkena dampak pada saat bencana dengan kebanjiran korban, maka diperlukan adanya manajemen operasional dalam hal pengobatan pasien, evakuasi, alternative lokasi pelayanan korban, keamanan pelayanan dan keberlangsungan pelayanan rumah sakit. Pada bagian operasional yang ada di rumah sakit, biasanya meliputi bagian pelayanan medis, pelayanan penunjang dan pelayanan sosial, dimana dalam setiap bagian ini memiliki peran-peran yang mendukung kegiatan operasional dalam penanganan korban di rumah sakit.

Sesi III
Perencanaan Logistik dan Finansial
Dr. Gandung Bambang Hermanto

Sesi ketiga disampaikan oleh Dr. Gandung Bambang Hermanto dengan materi Perencanaan Logistik dan Finansial. Dalam bencana logistic perlu disiapkan dan dikelola dengan baik, karena bencana mempengaruhi kehidupan manusia dalam hal ini adalah korban dari bencana. Logistic dalam komponen tim penanggulangan bencana adalah salah satu bidang yang penting dan memiliki seksi-seksi yang mempunyai peran masing-masing dan merupakan salah satu komponen dasar dari rencana kegiatan di rumah sakit. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai permasalahan logistic obat dan barang yang berasal dari Donator, sumber-sumber logistic medic, siklus dari manajemen suplay logistic, bagaimana pemilihan dan seleksi dari logistic medic, klasifikasi, penyimpanan, pemeliharaan dan pengamanan dari logistic medic. Pada sesi ini juga beliau menyampaikan tentang perencanaan dan pendanaan dalam manajemen bencana, bahwa rencana yang baik akan memastikan bahwa orang yang tepat berada pada tempat yang tepat pada waktu yang tepat, dan setelah berapa pada posisi tersebut mereka dapat melakukan pekerjaan yang benar, sedangkan dalam hal pendanaan dalam suatu keadaan bencana maka yang mengelola adalah mereka yang ada di tim keuangan dari rumah sakit.

Sesi IV
Disaster Leadership
Dr. Andreasta Meliala, DPH, M.Kes, MAS

Sesi terakhir disampaikan oleh Dr. Andreasta Meliala, DPH, M.Kes, MAS mengenai Leadership Style dalam Manajemen bencana. Beliau menjelaskan bahwa dalam Penanganan bencana dapat dibagi menjadi beberapa fase, dimana masing-masing fase memiliki karakteristik yang spesifik namun satu dengan yang lainnya saling menunjang secara sekuansial. Setiap fase penanganan bencana akan melibatkan banyak pihak yang mungkin terlibat hanya pada satu fase atau pada keseluruhan fase. Pihak yang terlibat juga memiliki berbagai misi dan kompetensi yang berbeda. Tipe kepemimpinan pada penanganan bencana dapat disesuaikan dengan fase penanganan bencana. Tujuan dari penyesuaian ini adalah untuk meningkatkan efektifitas dari kepemimpinan itu sendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan efektifitas dari setiap fase penanganan. Diperlukan sistem kepemimpinan bersama untuk dapat mengaplikasikan setiap tipe kepemimpinan pada setiap fase penanganan bencana.

.