logo2

ugm-logo

Tinjauan Penanggulangan Krisis Kesehatan 2017

buku tinjauan penanggulangan bencana

Selamat berjumpa kembali pembaca website bencana kesehatan. Pengantar website bencana kesehatan akhir bulan ini membahas tinjauan penanggulangan krisis kesehatan oleh Pusat Krisis Kemenkes Indonesia pada 2017. Setiap tahunnya Indonesia dilanda bencana dengan jenis bencana hampir sama yaitu gunung meletus, banjir, gempa, tsunami dan longsor. Rentetan gempa terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dua tahun terakhir ini. Kejadian tersebut tentu tidak bisa dihindari namun harus terus diupayakan kesiapsiagaan bencana dan pengembangan penanganan bencana belajar dari kejadian sebelumnya. Informasi terbaru gempa dengan magnitudo 7,7 SR mengguncang wilayah Maluku pada Senin, 24 Juni 2019.

Bagaimana upaya penanggulangan krisis pada 2017? Tinjauan ini mengulas kembali gambaran krisis kesehatan pada 2017 dan bagaimana upaya dukungan klaster kesehatan nasional serta lesson learnt penanggulangan krisis kesehatan.   Pada 2017 seluruh kejadian tanggap darurat krisis kesehatan diakibatkan karena bencana skala daerah, sehingga upaya Kemenkes memberikan dukungan serta fasilitasi daerah dalam melakukan upaya penanggulangan krisis kesehatan. Upaya tersebut meliputi upaya koordinasi, pelayanan kesehatan, pengendalian penyakit, penyehatan lingkungan, penyiapan air bersih dan sanitasi yang berkualitas, pelayanan kesehatan gizi, pengelolaan obat bencana, kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa, dan penatalaksanaan korban meninggal serta pengelolaan informasi kesehatan. Selengkapnya Tinjauan penanggulangan krisis kesehatan 2017 Klik Disini

Hal - hal yang harus diperbaiki belajar dari penanggulangan krisis kesehatan pada2017 adalah perlu ada review dan penguatan kebijakan terkait SOP pemanfaatan Dana Siap Pakai (DSP) maupun Bantuan Tidak Terduga (BTT) bagi sektor kesehatan saat tanggap darurat dan kebijakan terkait penyakit kronis di lingkungan pengungsian. Hal penting lainnya adalah peningkatan kapasitas dalam melakukan manajemen bencana termasuk di dalamnya untuk menyusun rencana kontijensi bidang kesehatan. Kedua hal tersebut telah menjadi isu penting dan program skala prioritas pemerintah daerah di daerah rawan bencana.