logo2

ugm-logo

BNPB: Mitigasi Bencana Masyarakat Indonesia Masih di Bawah Standar

Pandangan Udara Kerusakan Terparah Akibat Tsunami Selat Sunda

Liputan6.com, Jakarta - Tempo Media Group bersama Taman Impian Jaya Ancol menyelenggarakan forum diskusi ECO TALK dengan tema 'Amankah Jakarta dari Tsunami?'

Acara ini digagas atas dasar kekhawatiran akan kurang siaganya masyarakat Indonesia akan kebencanaan, terutama tsunami.

Menurut Deputi Bidang Pencegahan dan Kesigapan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bernadus Wisnu Widjadja, posisi Indonesia masih di bawah standar dalam soal mitigasi bencana. Itu berbeda jauh dengan negara lainnya.

"Pendapat saya jika standarnya 60, maka masyarakat Indonesia kurang dari itu. Jika Jepang 80 atau 90," kata Bernadus di Ancol, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Pernyataan itu muncul saat ditanya moderator terkait kuantifikasi kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Bernadus menyandarkan pendapatnya pada penelitian yang pernah dilakukan di Mentawai pada 2014 setelah empat tahun tsunami menimpa daerah itu. Penelitiannya terkait kesiapsiagaan masyarakat Mentawai dalam menghadapi bencana.

"Tidak mempunyai kesiap-siagaan pada saat saya teliti," ujarnya.

Diskusi yang bertempat di Hall Putri Duyung Ancol, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta itu membahas terkait mitigasi bencana untuk menekan risiko bencana di Indonesia.

Selain itu, diskusi ini juga untuk membangun kesadaran tentang potensi dan risiko bencana, serta menemukan pendekatan dan solusi konstruktif untuk menghadapi kepanikan yang diakibatkan kurangnya pengetahuan tentang kebencanaan.

 

Gubernur Sulteng Sampaikan Ucapan Terima Kasih Basarnas Atas Bantuan Saat Bencana 28 September

Gubernur Sulteng Sampaikan Ucapan Terima Kasih Basarnas Atas Bantuan Saat Bencana 28 September

TRIBUNNEWS.COM, PALU -- Gubernur Provinsi Sulteng H Longki Djanggola, memimpin upacara HUT ke-47 Basarnas di Halaman Lapangan Pogombo, Jalan Ahmad Yani, Kamis (28/2/2019).

Sesaat sebelum meninggalkan mimbar upacara, tiba-tiba, orang nomor satu di Sulteng itu berbicara melalui pengeras suara.

Longki mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Basarnas Palu dan seluruh jajarannya.

Ia berterima kasih karena Basarnas selalu membantu masyarakat Sulawesi Tengah saat terjadi bencana alam.

"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengucapkan terima kasih," ujarnya.

Terutama lanjutnya, pada masa-masa genting bencana besar yang terjadi di tiga daerah di Provinsi Sulteng, yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

"Khususnya pada bencana alam yang terjadi pada 28 September 2018," terangnya

sumber: Tribunnews.com

More Articles ...