logo2

ugm-logo

Mengintip Konsep Solusi Bencana dari Huawei

image_title

VIVA – Huawei mengeluarkan solusi kebencanaan dari hulu ke hilir yang menggunakan terminologi 2P2R. Pada fase 2P, Huawei melakukan pencegahan bencana (pre dan prevention). Mereka melakukan mitigasi bencana dalam waktu tersebut.

Pada tahap itu, Huawei akan mengumpulkan data-data terkait kebencanaan. Efek apa yang akan terjadi juga dicatat dalam kasus tersebut.

Sedangkan 2R yaitu respons dan recovery. Solusi akan seputar kepada model disaster management atau manajemen bencana. 

"Bagaimana solusi Huawei untuk manajemen bencana. 2P2R terminologi Huawei untuk disaster manajemen," kata Executive Product Manager Huawei Indonesia, Arri Marsenaldi, di kantor Huawei Indonesia, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018. Sejauh ini solusi yang ditawarkan Huawei sudah digunakan untuk lebih dari 30 negara. Salah satunya Trinidad Tobago yang mengintegrasi semua solusi kebencanaan. 

Indonesia pun sudah melakukannya tapi baru pada pasca bencana, yaitu pemanfaatan jaringan e-LTE. Jaringan ini untuk membantu saat jaringan telepon putus dan bermasalah. 

Namun untuk ke depannya, Arri menyatakan bahwa tergantung pemerintah Indonesia akan menggunakan solusi yang mana.

2.374 Bencana yang Terjadi Tahun Ini Sudah Menelan 4.211 Jiwa, Sutopo: Puncak Hujan Hingga Februari

2.374 Bencana yang Terjadi Tahun Ini Sudah Menelan 4.211 Jiwa, Sutopo: Puncak Hujan Hingga Februari

SUBULUSSALAM - Bencana alam silih berganti melanda sejumlah wilayah Indonesia mulai dari gempa bumi, angin kencang, longsor dan banjir serta musibah lainnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis dalam kurun 1 Januari-10 Desember tahun ini, sebanyak 2.374 kejadian bencana alam di seluruh Indonesia.

Jumlah ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam akun twitternya yang diposting Selasa (11/12/2018) malam.

Dalam 2.374 bencana ini telah merenggut 4.211 jiwa dan korban hilang. Selain itu, tulis Sutopo, bencana alam juga menyebabkan 6.940 orang luka-luka, serta 9,95 juta jiwa mengungsi dan terdampak langsung bencana. Sementara kerugian ekonomi mencapai triliunan rupiah."Maka waspadalah bencana," cuit Sutopo

Berikut cuitan Sutopo yang diposting pukul 21.00 WIB. "Berapa jumlah bencana di Indonesia selama 1/1/2018 - 10/12/2018? Ada 2.374 kejadian bencana. Dampaknya: 4.211 orang tewas dan hilang, 6.940 orang luka, dan 9,95 juta jiwa mengungsi dan terdampak langsung bencana. Kerugian ekonomi puluhan triliun. Waspadalah bencana!

Seperti diketahui, Sutopo yang dalam 2018 ini banyak menyabet penghargaan atas dedikasinya menyampaikan informasi bencana, kerap membuat postingan terkait bencana alam sehingga menjadi bahan bagi masyarakat, lembaga termasuk insan media.

Laporan terkini soal bencana diposting Sutopo dua hari lalu terkait putusnya jembatan yang menghubungkan Padang- Bukittinggi.

"Putusnya jembatan yang menghubungkan Padang-Bukit Tinggi, 10/12/2018 pukul 18.30 WIB. Waspadai banjir, longsor & puting beliung. Puncak hujan Januari-Februari 2018. Dampak bencana juga terus meningkat," kata Sutopo melalui akun twitternya.(*)

http://aceh.tribunnews.com/2018/12/12/2374-bencana-yang-terjadi-tahun-ini-sudah-menelan-4211-jiwa-sutopo-puncak-hujan-hingga-februari.
Penulis: Khalidin
Editor: Taufik Hidayat

More Articles ...