logo2

ugm-logo

Blog

Eropa Panik Timur Tengah Siaga, Italia Karantina 12 Kota

Para ahli memperingatkan virus corona saat ini telah mencapai batas menuju titik kritis menyusul ledakan kasus di sejumlah negara dalam beberapa hari terakhir, termasuk tiga kematian di Italia dan empat lainnya terinfeksi di Inggris. Fakta ini memicu kepanikan di Eropa.

Terakhir Austria menghentikan semua perjalanan kereta dari dan menuju Italia yang juga memerintahkan 50.000 warga di 12 kota untuk tidak keluar rumah setelah 150 orang diketahui terinfeksi.

Karnaval Venice terpaksa dibatalkan.

Dikutip dari DailyMail, Senin (24/2/2020) direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut  Italia mengonfirmasi kematian pertama akibat virus corona Jumat kemarin.

Kenaikan tajam kasus corona yang  terjadi di Iran dan Korea Selatan menjadikan  jumlah orang yang terinfeksi secara global melonjak hingga 79.166 hari ini termasuk 2.470 kematian. Meski Uni Eropa menyerukan untuk  “tidak perlu panik”, sejumlah pakar kesehatan memperingatkan dalam 24 jam terakhir dunia menuju titik krisis corona.

Austria tutup jalur kereta dari dan menuju Italia.

Paul Hunter, profesor kedokteran dari Universitas East Anglia mengatakan, klaim penurunan jumlah penderita  corona di Cina yang dimulai sejak  Desember tak sebanding dengan perkembangan kasus global akhir pekan ini yang sangat memprihatinkan.

Italia misalnya memerintahkan 50.000 warga tidak keluar rumah selain membatalkan Karnaval Venesia dan menunda pertandingan sepak bola Liga Serie A sebagai upaya menahan sebaran corona.

Sebelumnya Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyatakan “siaga penuh” setelah 161 kasus baru corona dilaporkan awal pekan ini dan satu kematian lagi sehingga total warga Negergi Ginseng yang terinfeksi menjadi 763 orang dan tujuh orang tewas.

Sebaran corona di Italia.

Jumlah kematian yang yang naik menjadi delapan di Iran juga mendorong larangan perjalanan dari negara-negara tetangga. Dr. Robin Thompson, peneliti junior epidemiologi matematika dari University of Oxford kepada The Guardian mengatakan, “Ini tahap penting wabah corona. Isolasi cepat bahkan untuk kasus ringan di daerah yang terkena dampak juga krusial untuk pencegahan transmisi antar-manusia di Eropa.  Pedoman kesehatan ini harus  dipatuhi."

Pada hari Minggu, Presiden Cina Xi Jinping mengakui epidemi corona sebagai  “darurat kesehatan terbesar” dalam sejarah Negeri Tirai Bambu. Mengkuti langkah Cina, Italia dan Iran kini mulai menerapkan langkah yang sebelumnya hanya dilakukan di Cina di mana puluhan juta warga “dikarantina” di provinsi Hubei, pusat penyebaran wabah.

“Ini krisis bagi kami dan ujian besar," ujar Xi melalui pidato  yang disiarkan televisi pemerintah. Dalam pengakuan yang jarang terjadi saat  pertemuan koordinasi perang melawan virus corona, Xi menambahkan Cina harus belajar dari setiap kekurangan selama penanganan.

Siaga corona di jalanan Italia.

"Perang corona" di Korea Selatan.

Sejauh ini WHO memuji Beijing terkait penanganan epidemi corona, tapi kritik tetap mengarah pada Cina yang dinilai membungkam peringatan dini dari seorang dokter yang kemudian meninggal karena virus yang sama.

Sementara itu infeksi corona di Korea Selatan hampir tiga kali lipat akhir pekan ini dan menjadikannya negara dengan jumlah infeksi corona tertinggi di luar Cina, selain kasus kapal pesiar Diamond Princess.

Sekitar setengah dari kasus di Korea Selatan terkait dengan sekte Gereja Shincheonji Yesus di kota Daegu di mana ribuan anggotanya dikarantina. Kepanikan virus corona juga merambah catwalk setelah beberapa peragaan busana di Milan Fashion Week dibatalkan atau digelar secara tertutup dan yang lainnya memanfaatkan live streaming.

Petugas medis membawa pasien corona di Italia. 

Sebagian besar kasus corona di Italia terkonsentrasi di Codogno, sekitar 43 mil dari Milan. Negara  tetangga Slovenia pun meminta wisatawan yang kembali dari resor ski Italia untuk mewaspadai gejala corona. Italia menjadi negara Eropa pertama yang melaporkan kasus kematian akibat corona  pada hari Jumat.

Dua kematian lainnya dilaporkan menyusul hingga Perdana Menteri Giuseppe Conte meminta warga mematuhi semua saran dari otoritas kesehatan. Peningkatan kasus dalam dua hari terakhir di Eropa ini diakuia juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia, Tarik Jasarevic.

Tak itu saja, yang juga mengkhawatirkan tidak semua kasus yang dilaporkan memiliki kaitan epidemiologi yang jelas seperti riwayat perjalanan ke Cina atau kontak dengan kasus yang dikonfirmasi.

Sejumlah pesumo menuju venue even dengan bermasker.

Jasarevic menambahkan, "Pada tahap ini, kita perlu fokus pada membatasi penularan dari manusia ke manusia lebih lanjut." Mencegah sebaran Iran memerintahkan penutupan sekolah, universitas, dan pusat kebudayaan di 14 provinsi setelah delapan kematian akibat corona atau paling banyak di luar Asia Timur.

Wabah corona di Iran mulai ramai awal pekan lalu dengan jumlah warga terinfeksi menjadi 43. Lonjakan ini mendorong Iran melakukan pembatasan perjalanan regional. Perdana Menteri Armenia Nikol Pachinian juga mengatakan pihaknya menutup perbatasannya dengan Iran dan menangguhkan penerbangan. Seperti pemerintah Italia, dia juga meminta warga untuk tidak panik.

Namun Prof. Hunter dari East Anglia mengatakan situasi di Iran memiliki implikasi besar bagi Timur Tengah. "Iran tidak memiliki sumber daya dan fasilitas yang secara memadai mampu mengidentifikasi kasus dan mengelolanya dengan optimal jika jumlah kasusnya besar," katanya.

Para pendukung Lazio ikut terdampak krisis corona di Italia.

Pakistan dan Turki pun mengumumkan penutupan penyeberangan darat dengan Iran sementara Afghanistan menunda semua perjalanan ke Negeri Seribu Mullah tersebut. Di Cina wabah corona sejauh ini terkonsentrasi di Wuhan, tempat virus diyakini berasal tepatnya pasar hewan.

Saat ini dilaporkan tingkat infeksi Cina telah melambat, tapi metode perhitungan yang beberapa kali berubah memicu keraguan akurasi data. Ada juga kekhawatiran Cina masih kesulitan mendeteksi virus.

Gigi dan Bella Hadid meninggalkan Italia bersama sang ibu, Yolanda.

Dan Jepang kemarin mengonfirmasi seorang penumpang wanita yang awalnya dinyatakan negatif dan diperbolehkan meninggalkan kapal pesiar Diamond Princess ternyata positif terinfeksi.

Demikian pula di Israel, pihak berwenang mengonfirmasi warga negara Israel kedua yang kembali dari kapal yang sama dinyatakan positif. Mereka termasuk di antara 11 warga Israel yang diizinkan meninggalkan kapal dan pulang setelah awalnya dinyatakan negatif.

Ambulans membawa pasien corona di Korea Selatan.

Kritik dialamatkan pada pemerintah Jepang menyusul penanganan kasus corona di kapal pesiar yang dikarantina di Yokohama. Minggu kemarin penumpang ketiga dikonfirmasi kementerian kesehatan Jepang meninggal. Empat warga Inggris yang kembali dari Diamond Princess pada hari Sabtu juga dinyatakan positif.

Terakhir sebuah klip postingan sejumlah kru India Diamond Princess mengungkapkan ketakutan dan kepasrahan. Beberapa begitu frustrasi hingga meyakini pada akhirnya semua penumbang akabn terinfeksi jika evakuasi tidak dilakukan bagi mereka yang negatif virus corona.

Editor: Mia Fahrani

Purwakarta Siaga Bencana Hingga Juni 2020

SEJAK Januari 2020 hingga Selasa (25/2/2020), setidaknya ada sebanyak 12 kejadian tanah longsor yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Purwakarta. Pemerintah daerah setempat menetapkan status siaga bencana tersebut hingga akhir Juni 2020 mendatang.

"Dari awal Januari hingga hari tadi terjadi 12 kali bencana tanah longsor baik skala kecil maupun sedang. Tapi alhamdulilah tidak ada korban jiwa," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono, Selasa (25/2/2020).

Bencana longsor dilaporkan paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Bojong. Ia tidak menyebutkan jumlahnya namun menurutnya longsor di sana dipengaruhi kondisi permukaan tanahnya yang berbukit dan labil, ditambah dengan faktor cuaca buruk.

Hujan yang terjadi hampir sepanjang hari menyebabkan tanah di bawah jalan beton longsor di Desa Kutamanah Kecamatan Sukasari Kabupaten Purwakarta. Longsor juga merusak bangunan rumah warga di dekatnya.

"Satu rumah yang rusak milik keluarga Dedi yang terdiri dari tiga anggota keluarga," ujar Wahyu seperti ditulis wartawan "PR", Hilmi Abdul Halim.

Ia menegaskan tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut meskipun waktu kejadian sekitar pukul 3.00 dini hari. Menurutnya, kerusakan hanya terjadi pada salah satu bagian rumah dengan kategori ringan.

Meski demikian, penghuni rumah tersebut mengaku khawatir mengalami longsor susulan karena kondisi tanahnya yang dinilai masih labil.

Potensi bencana longsor susulan juga mengancam jalan beton penghubung desa itu karena badan jalan mengalami retakan cukup parah.

"Bagian bawah jalan terkikis tanahnya," kata Wahyu berdasarkan laporan petugas di lapangan.

Editor: Lucky M. Lukman

sumber: www.galamedianews.com

30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

KARAWANG, KOMPAS.com - Banjir terjadi di 30 desa di 14 kecamatan di Karawang, Selasa (25/2/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Acep Jamhuri mengatakan, ketinggian air bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga 2 meter.

Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi, serta drainase tersumbat dan syphon tersumbat sampah.

Wilayah yang dilanda banjir yakni Kecamatan Kutawaluya, Jayakerta, Cilebar, Telukjambe Barat, Rengasdengklok, Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, Karawang Timur, Pedes, Karawang Barat, Cikampek, Telukjambe Timur, dan Cilamaya Wetan.

"Banjir tertinggi di Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 2 meter, BMI, dan Desa Karangligar," kata Acep.

Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Haryo Wibowo mengatakan, banjir mengakibatkan 10.529 rumah warga terendam dan 32.961 orang terdampak.

Sementara warga yang mengungsi sebanyak 9.514 jiwa dari 3.111 yang tersebar di 14 titik.

"Perum BMI, Dawuan Tengah, Purwasari Regency, Dengklok (Rengasdengklok) merupakan wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak. Evakuasi dilakukan sejak malam hingga pagi tadi," kata Medi.

Medi menyebut pihaknya bersama Polri dan Pemkab Karawang bersama-sama melakukan penanganan banjir.

"Kami akan rapat koordinasi penanggulangan bencana bersama Pak Sekda dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait untuk segera lakukan langkah penanggulangan banjir," katanya.

Rabu Pagi, Sejumlah Wilayah di Jakarta Masih Terendam Banjir

Rabu Pagi, Sejumlah Wilayah di Jakarta Masih Terendam Banjir

Suara.com - Banjir Jakarta hingga Rabu (26/2/2020) pagi masih terpantau menggenangi sebagian wilayah di Ibu Kota. Hal itu terpantau dari laporan TMC Polda Metro Jaya melalui Twitter resminya TMCPoldaMetro.

Salah satu wilayah yang masih tergenang banjir adalah Jalan Perintis Kemerdekaan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Di wilayah ini banjir setinggi 15-20 cm masih menggenang.

"05.25 Situasi jalan di Tl Perintis masih tergenang air setinggi 15 - 20 cm, untuk kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintas, tetap menjaga keselamatan diri dan berhati-hati," tulis akun TMC Polda Metro Jaya.

Sementara banjir dengan ketinggian 40-50 cm juga masih menggenangi kawasan di depan KBN Cakung. Sehingga jalur tersebut hanya bisa dilalui kendaraan besar jenis truk.

Dalam Rangka Annual Scientific Meeting (ASM)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan (FK-KMK)
Universitas Gadjah Mada

 Kelompok Kerja (Pokja) Bencana FK-KMK UGM bekerjasama dengan Divisi Manajemen Bencana Kesehatan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM menyelenggarakan seminar mengenai:

 UPAYA SINKRONISASI KETAHANAN KESEHATAN DENGAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA DAN KRISIS KESEHATAN: STUDY KASUS CORONA VIRUS DAN ANTRAKS


PENGANTAR

Banyak ancaman baik alam, non alam maupun keduanya yang dapat mengancam ketahanan kesehatan (Health Security) di Indonesia. Untuk itulah, sejak 2005 Indonesia telah berkomitmen dalam implementasi International Health Regulation (IHR) hingga saat ini. Menyadari bahwa upaya pengendalian ancaman ketahanan kesehatan meliputi koordinasi, komitmen, penyusunan kerangka kerja hingga investasi maka berbagai upaya telah dilakukan diantaranya kepemimpinan Indonesia dalam Global Health Security Agenda (GHSA) serta pelaksanaan Joint External Evaluation (JEE) oleh tim eksternal tahun 2017, hingga asesmen pembiayaan ketahanan kesehatan ditingkat nasional dan sub nasional tahun 2019.

Namun, diawal tahun 2020, ketahanan kesehatan kita diuji dengan dampak bencana alam (Banjir yang terjadi di Jakarta serta banjir bandang di beberapa daerah di Indonesia) serta bencana non alam (munculnya antrax di Gunung Kidul DIY dan ancaman Corona Virus). Menghadapi hal tersebut, sektor kesehatan telah berupaya diantaranya dengan penyelidikan kasus dan penetapan KLB antrax, begitu juga dengan virus corona yakni dengan penguatan sistem surveilans, ditetapkannya kesiapsiagaan point of entry dan fasilitas kesehatan, bahkan upaya evakuasi dan karantina telah dilakukan.

Tentunya pelaksanaan ketahanan kesehatan tidak bisa hanya dilakukan ditingkat nasional saja, justru implementasi penting ada di sub-nasional (Provinsi, Kabupaten/kota). Berdasarkan hal tersebut, World Bank dan PKMK FK-KMK UGM telah melakukan penelitian analisis pembiayaan ketahanan kesehatan di tingkat sub nasional tahun 2019, dimana Provinsi DIY dan Jawa Timur menjadi tempat penelitian yang didasarkan pada kasus Antrak dan Difteri yang pernah terjadi sebelumnya. Secara garis besar memang ketahanan kesehatan belum sepopuler isu ketahanan pangan ditingkat sub nasional.

Untuk itu, dalam setting Annual Scientific Meeting FK-KMK UGM menarik untuk mengangkat isu ketahanan kesehatan, bencana dan krisis kesehatan. Bagaimana konsep pelaksanaannya? Bagaimana sinkronisasi satu sama lain hingga ketingkat kabupaten/kota? Apa hasil penelitiannya? Dan bagaimana perkembangannya menggunakan studi kasus Antraks dan Corona Virus? akan di bahas pada seminar kali ini.

 

PEMBICARA DAN PEMBAHAS

  • Peneliti Kajian Pembiayaan Ketahanan Kesehatan: Studi Kasus di DIY dan Provinsi Jawa Timur
  • Peneliti Bencana Kesehatan, PKMK-FK-KMK UGM
  • Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan
  • Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan
  • Pusat Determinant Kesehatan Kementerian Kesehatan
  • Senior Health Specialist, World Bank Indonesia

 

WAKTU, TEMPAT DAN JADWAL KEGIATAN

Hari/ Tanggal       : Kamis, 2 April 2020
Waktu                : 09.00 – 12.30 WIB
Tempat              : Auditorium Tahir Lantai 1, FK-KMK UGM (Onsite) dan Jakarta (webinar)

Waktu Kegiatan
08.00 – 08.50 Registrasi
08.50 – 09.00 Pembacaan Safety Briefing

09.00 – 09.20

Pembukaan
  • Sambutan oleh Ketua Pokja Bencana FKKMK UGM:
    dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS(K)
  • Sambutan dan Pembukaan oleh Dekan FKKMK UGM:
    Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed,Sp.Og(K),PhD

09.20- 09.40

Paparan hasil penelitan Kajian Pembiayaan Ketahanan Kesehatan: Studi Kasus di DIY dan Provinsi Jawa Timur

Oleh Peneliti PKMK FK-KMK UGM

 

09.40 – 10.10

 

10.10 – 10.40

 

10.40 – 11.10

 

11.10 – 11.40

Seminar

Konsep Pengendalian Penyakit dan Kejadian Luar Biasa: Studi Kasus Antrax dan Corona Virus
Oleh Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan

Penanganan krisis kesehatan akibat bencana alam dan non alam studi kasus Banjir Jakarta dan Corona Virus
Oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes

Internasional Health Regulation
Oleh Senior Health Specialist, World Bank Indonesia

Arah Ketahanan Kesehatan Indonesia
Oleh Pusat Determinant Kesehatan Kementerian Kesehatan

11.40 – 12.20 Tanya Jawab
12.20 – 12.30 Penutup

 

PESERTA

  • Dosen-dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
  • Konsultan dan tenaga ahli dalam manajemen bencana di sector kesehatan
  • Mahasiswa S1-S2
  • Praktisi

 

BIAYA KEPESERTAAN

  • Peserta perorangan onsite sebesar Rp. 250.000,00 dan peserta webinar Rp. 200.000,00.
  • Peserta kelompok atau instansi via webinar sebesar Rp. 1.000.000,00 dengan catatan sertifikat maksimal untuk 10 orang.

 


INFORMASI PENDAFTARAN

Administrasi    : Maria Lelyana / 0811101977 / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Konten          : Happy R Pangaribuan /085358727172/ This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp/Fax      : 0274 - 549425
Website Bencana Kesehatan: www.bencana-kesehatan.net