
Waspada Banjir, Prediksi BMKG, dan Imbauan BNPB
KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksi bahwa beberapa wilayah Indonesia akan berpotensi banjir karena intensitas hujan lebat.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (13/1/2020), diperkirakan wilayah Jabodetabek dan sekitarnya serta wilayah lainnya akan mengalami hujan lebat dan berpotensi banjir pada 12-18 Januari 2020.
Berikut adalah wilayah-wilayah yang berpotensi banjir:
- Sumatera Barat (waspada)
- Jambi dan Bengkulu (waspada)
- Sumatera Selatan (waspada)
- Banten (waspada)
- Jawa Timur (waspada)
- Sulawesi Selatan (waspada)
- Sulawesi Tengah (waspada)
- Maluku (waspada)
- Papua Barat dan Papua (waspada)
"Sementara, potensi ketinggian gelombang laut di wilayah Indonesia hingga lebih dari 2,5 meter dapat terjadi di beberapa wilayah perairan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo kepada Kompas.com, Minggu (12/1/2020).
Potensi ketinggian gelombang tersebut dapat terjadi di beberapa wilayah perairan berikut:
- Perairan selatan Jawa Tengah hingga Pulau Sumba
- Laut Sawu
- Perairan selatan Pulau Sawu - Pulau Rote
- Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT
- Laut Natuna Utara
Sedangkan untuk wilayah Jabodetabek, kondisi cuaca secara umum adalah sebagai berikut:
- Tanggal 12-14 Januari 2020
Kondisi hujan berada pada kisaran intensitas ringan, terutama di wilayah Bogor, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Tangerang, terutama pada siang dan malam hari. - Tanggal 15-18 Januari 2020
Diidentifikasi terjadi peningkatan potensi hujan di periode ini dengan variasi intensitas hujan ringan hingga lebat terutama pada dini hari menjelang pagi, terutama di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Tangerang, dan sebagian Bogor. Kondisi hujan signifikan dapat terjadi kembali pada sore menjelang malam dan dini hari.
Imbauan kepada masyarakat
Atas potensi bencana alam yang mungkin terjadi, BNPB juga mengimbau masyarakat untuk melakukan hal-hal berikut:
- Rencana antisipasi bencana dengan mencatat nomor telepon penting dan membentuk grup WhatsApp warga.
- Menyiapkan perbekalan untuk 3 hari (tas siaga bencana).
- Mengamankan dokumen penting dan barang berharga.
- Membentuk komunitas tangguh bencana untuk kerja bakti, menentukan jalur evakuasi, titik pengungsian, dan siskamling.
- Melaporkan ke kelurahan/kecamatan/BPBD apabila ada kerusakan ataupun tanggul bocor.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.
Kemudian, masyarakat yang beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpotensi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada.
Imbauan BMKG
Sesuai arahan Mendagri Nomor: 360/14278/SJ tanggal 30 Desember 2019 hal Antisipasi Menghadapi Gerakan Tanah/Tanah Longsor dan Banjir serta adanya informasi terkini dari BMKG terkait Waspada Potensi Cuaca Ekstrem, disampaikan imbauan kepada para pimpinan daerah di Indonesia untuk melakukan hal-hal berikut:
- Membentuk posko kesiapsiagaan pemerintah daerah dan melakukan pemantauan peringatan dini dari BMKG, BNPB, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk mengetahui perkembangan situasi terkini.
- Menyiagakan seluruh aparatur pemerintah daerah dan mengkoordinasikan dengan TNl, Polri, instansi vertikal di daerah, dan relawan siaga bencana serta unsur masyarakat lainnya.
- Mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam rangka siaga banjir/longsor dan risiko akibat bencana lainnya.
- Mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang cukup dan siap digunakan setiap saat dalam keadaan darurat bencana.
- Menyebarluaskan informasi protensi bencana kepada masyarakat setempat melalui berbagai saluran informasi seluas-luasnya.
- Mengoordinasikan proses kesiapsiagaan, penyelamatan dan evakuasi apabila terjadi kondisi darurat serta mengaktifkan rencana kontinjensi yang disusun jika terjadi tanggap darurat.
- Sesuai dengan Pasal 91 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, agar Gubernur melakukan pembinaan dan pengawasan kepada kabupaten/kota di wilayahnya terhadap pelaksanaan penanggulangan bencana serta melaporkan hasilnya kepada Menteri Dalam Negeri cq. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan.
More Articles ...
- Kondisi Terkini Lokasi Banjir di Sulawesi Selatan
- Curah Hujan Tinggi, Wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon Terendam Banjir
- Ratusan Rumah di Kota Cirebon Terendam Banjir
- Status Siaga Waspada Bencana Alam Terkait Aktivitas Angin Muson di Sulsel
- Pemerintah Siap Ganti Rugi Rumah Warga Terdampak Bencana, Begini Prosesnya
- Pentingnya Kenali Risiko Bencana Untuk Lindungi Aset Berharga
- Antisipasi Bencana Alam, Kemenkeu Siap Tambah Anggaran BNPB
- Strategi Kebijakan Pembiayaan Siaga Bencana
- Saat bencana melanda, BNPB langsung terjunkan tim reaksi cepat
- Bupati Madiun Minta Dana Desa Digunakan untuk Tanggulangi Bencana Alam
- Gempa M 6,4 Terjadi di Sinabang Aceh
- Mengungkap Musabab Banjir Besar Jakarta 2020
- Potensi Cuaca Ekstrem, BNPB Imbau Masyarakat Siapkan Tas Siaga Bencana
- Terdampak Banjir, Warga Pondok Gede Permai Butuh Bantuan dan Evakuasi
- Jakarta Floods: Banjir Jakarta Disebut yang Terburuk dan Mematikan
- Peta Banjir Jakarta 2020
- Benarkah Banjir Jakarta Tahun 2020 Adalah yang Terparah?
- Solusi Anies Atasi Banjir Jakarta: Tambah Waduk & Drainase Vertikal
- Lima Langkah Penanganan Banjir Jakarta Menurut Pengamat, Gubernur DKI Diminta Berani Menggusur
- Berikut Analisis Ahli Hidrologi UGM soal Banjir Jakarta di Awal Tahun 2020
- Daftar Kontak Posko Penanganan Banjir Jakarta dari Pemerintah dan Swadaya
- BPBD Gunungkidul Ajukan Status Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor
- Banjir dan Longsor Masih Mengancam
- 5 Warga Dilaporkan Hilang saat Banjir Bandang di Labuhanbatu Utara
- 15 Tahun Tsunami Aceh, Pemantik Kesadaran Mitigasi Bencana Alam
- Ribuan Orang Peringati 15 Tahun Bencana Tsunami di Aceh
- Bencana Beruntun di Sumbar, 4 Nyawa Melayang, Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
- Mengenang Gempa dan Tsunami Aceh, Hari Ini 15 Tahun Silam
- BNPB: 3.721 Bencana Alam Terjadi Sepanjang 2019
- Enam warga meninggal akibat banjir dan longsor di Riau
- Banjir Bukittinggi, Arus Lalu Lintas Medan-Padang Lumpuh
- Daerah Rawan Bencana Diminta Tetapkan Status Siaga Darurat
- BNPB Catat 3.622 Bencana Sepanjang 2019
- Banjir di Jakarta Hari Ini, Pakar BMKG Jelaskan Penyebabnya
- Banjir Landa Tebing Tinggi Sumut, Siswa Dipulangkan Lebih Cepat
- Banjir di Tebingtinggi Rendam Ribuan Rumah Penduduk
- Banjir genangi hampir semua wilayah Kota Tebing Tinggi
- Gempa Goyang 3 Wilayah Indonesia Hari Ini
- Perilaku Peduli Lingkungan, Solusi Cegah Banjir Berulang
- Gempa Magnitudo 6.9 di Mindanao Terasa Sampai Sulawesi Utara
- BMKG: Gempa 6,9 SR Guncang Sulut, Tak Potensi Tsunami
- Sungai Kampar Riau Meluap, 200 Rumah Tergenang Banjir
- Pasca Gempa Bumi, Kabupaten Sigi Rawan Banjir Bandang dan Longsor
- Banjir Telan Korban Jiwa, Walhi Kritik Kampanye Gubernur 'Riau Green'
- Solok Selatan perpanjang masa tanggap darurat banjir bandang
- Dua Desa di Singkil Terkurung Banjir
- Mahasiswa IPB teliti robot pendeteksi korban bencana
- 32 Orang Meninggal karena Bencana di Jabar Sepanjang 2019
- Mahasiswa ITS Rumuskan Pengurangan Risiko Bencana Pembangunan Pabrik
- Masyarakat Gowa Waspada Bencana Banjir Bandang
- Ajak Keluarga Paham Potensi Bahaya Bencana, BNPB Gelar Kursus Online
- BPBD Kota Sorong Lakukan Simulasi Tanggap Bencana Alam
- Kepala BNPB: Gempa dan Tsunami Bencana yang Berulang
- 10 Titik Rawan Bencana di Tangsel
- Webinar Pasca Tsunami Aceh: Apa Dampaknya terhadap Kebijakan dan Kurikulum Bencana di Indonesia?
- Mengenal Disaster Victim Identification di Indonesia
- Gempa Sleman dan Letusan Merapi Terkait? Ini Kata Pakar BMKG
- BNPB Salurkan Dana Rp3,8 Triliun untuk Penanganan Darurat Bencana Selama 2019
- BNPB Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana di Banyuwangi
- Puting Beliung Bencana Tertinggi Sepanjang 2019
- BNPB: 3.155 Bencana hingga November, 459 Tewas
- Menuju Nagari Tangguh Bencana, BPBD 50 Kota Gelar Pelatihan di Pangkalan
- BNPB Minta Pendidikan Bencana Diajarkan di Sekolah
- BPBD: Dampak Kekeringan 2019 Jadi yang Terparah
- Pemkot Jakarta Pusat Gelar Apel Siaga Bencana Banjir
- PMI Sukabumi Sosialisasikan Pengurangan Risiko Bencana
- Penyebab Udara Panas di Sebagian Wilayah Indonesia saat Siang, BMKG Sebut Akibat Gerak Semu Matahari
- Suhu Panas Melanda Indonesia Selama Satu Minggu
- BNPB Siapkan Upaya Pencegahan Bencana Hidrometeorologi
- Masuk Peralihan Musim, Masyarakat Diimbau Waspada Bencana
- Antisipasi Aktivitas Merapi, BPBD DIY Siapkan 50 Ribu Masker
- Aplikasi Mitigasi Bencana Merapi Diresmikan, Tapi Sinyal Ponsel Masih Susah
- Topan Hagibis dan Kesiapan Jepang Hadapi Bencana Alam
- Dana Desa 2020 Diprioritaskan untuk Penanganan Bencana
- BNPB: Pemda Diwajibkan Susun Rencana Penanggulangan Bencana
- Topan Hagibis Makan Korban, Jepang Siaga Bencana
- Dana Desa Bisa Digunakan untuk Penanggulangan Bencana
- Solusi Hadapi Kebakaran Hutan dan Bencana Alam, Ini Tanaman Tahan Api dan Tahan Air
- Rektor : mitigasi bencana masih perlu ditingkatkan
- Bencana Besar dalam 15 Tahun: Indonesia Makin Tangguh
- BNPB: Hingga September Terjadi 2.829 Kejadian Bencana
- Data BNPB: Bencana 2019 Meningkat, Korban Tewas Turun
- Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang
- Tata Kelola Risiko Bencana Asap
- Doni Munardo Kunjungi Daerah Dampak Bencana Di Maluku
- BNPB Minta Masyarakat Bereaksi Cepat Saat Bencana
- Wali Kota Ambon Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Selama 14 Hari
- RRI luncurkan program 'kentongan' sebagai upaya tanggap bencana
- Pemkab Purworejo Bersiap Hadapi Bencana Banjir Tahunan
- Peta Risiko Bencana Bisa Dievaluasi lewat Aplikasi Lapor Bencana Sleman
- Kepala BNPB: Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Harus Ditanamkan Sejak Dini
- Bantul Target 75 Desa Tangguh Bencana pada 2023
- 4.700 Anggota PMR Cianjur Ikut Latihan Siaga Bencana
- Tak Tahan Kabut Asap di Riau, Warga Mengungsi ke Medan
- Asap Karhutla Riau Sampai Sumut
- Kabut Asap Karhutla Indonesia Merembet Sampai ke Thailand
- Kabut Asap Mengganas
- Mendagri Ingatkan Pemda Untuk Anggarkan Dana Antisipasi Bencana Dalam APBD
- Walhi Sebut Proyek di Selatan Jawa Tingkatkan Risiko Bencana
- Tim PBB kunjungi Sulteng jelang setahun bencana Pasigala

