logo2

ugm-logo

Ratusan Rumah di Kota Cirebon Terendam Banjir

200114054455-ratus.jpg

HUJAN dengan intensitas tinggi mengakibatkan sungai di Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, Jawa Barat, meluap dan menyebabkan ratusan rumah terendam banjir.

"Secara pasti kita belum bisa menghitung (jumlah rumah terendam banjir), tetapi sekitar ratusan," kata Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis di Cirebon, Jawa Barat, Senin (13/1/2020) malam.

Azis mengatakan Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, memang sering banjir, karena banyak sungai yang melintasi kawasan tersebut.

Menurutnya, ketinggian air yang merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Kalijaga tersebut di kisaran 50 sampai dengan 100 centimeter.

"Kelurahan Kalijaga yang paling parah terkena banjir. Karena memang Kelurahan Kalijaga banyak dialiri sungai yang menuju arah hilir," ujarnya.

Azis memastikan semua warga yang rumahnya terendam banjir telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan, karena memang fokus penanganan pertama adalah mengevakuasi warga.

Dia memastikan tidak ada korban dalam musibah banjir kali ini, semua dalam keadaan selamat dan sehat. Warga saat ini dievakuasi ke tempat yang lebih aman, lanjutnya.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, bahkan orang tua yang jompo, sakit dan anak-anak berhasil kami evakuasi," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Status Siaga Waspada Bencana Alam Terkait Aktivitas Angin Muson di Sulsel

Angin Muson Barat

Liputan6.com, Makassar - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan status siaga waspada menyusul aktivitas angin Muson Asia yang bergerak di wilayah Sulawesi Selatan hingga dua hari terakhir yang menjadikan sejumlah daerah terendam banjir akibat intensitas curah hujan tinggi.

"Saat ini curah hujan dengan intensitas lebat dan sedang masih mengguyur sejumlah wilayah pesisir bagian barat serta wilayah selatan di Provinsi Sulawesi Selatan," kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Esti Kristanti di Makassar, Minggu (12/1/2020).

Selain itu, BMKG mengeluarkan iimbauan siaga banjir dan waspada bencana alam di sejumlah wilayah Sulsel, mengingat dari pantauan pergerakan curah hujan yang hampir merata dengan intensitas lebat hingga 50 milimeter.

Tidak hanya itu, pergerakan angin Muson Asia yang bergerak dari Filipina menuju wilayah Sulawesi juga berdampak di Kota Makassar dan sekitarnya seperti Kota Pare-pare, Kabupaten Pinrang, Barru, Soppeng, Barru, Pangkep, dilansir Antara.

Kemudian, Maros, Takalar, Gowa, Jeneponto serta sejumlah kabupaten lainnya di Sulsel, dengan status siaga banjir dan angin kencang.

Kondisi ini dikarenakan menguatnya angin Muson Asia di wilayah Sulsel dan sekitarnya dan kemudian peningkatan pergerakan konferensi atau pertemuan angin serta suhu muka air laut di sekitar wilayah perairan Makassar yang menimbulkan pertumbuhan awan konvektif, terutama di perairan selat Makassar yang tidak hanya menyebabkan terjadi hujan dengan intensitas sedang serta lebat disertai angin kencang.

"Oleh karena itu, BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan status siaga waspada di wilayah Provinsi Sulsel berdasarkan analisis peta berbasis dampak," katanya.

More Articles ...