logo2

ugm-logo

Regional Tanggap Darurat Bencana Pergerakan Tanah di Lebak

Tanggap Darurat Bencana Pergerakan Tanah di Lebak

INILAH, Banten- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten menetapkan tanggap darurat bencana pergerakan tanah di Desa Sudamanik Kecamatan Cimarga.

Pergeseran tanah di kawasan tersebut mengakibatkan 118 rumah dan 44 rumah di antaranya mengalami kerusakan berat serta 22 rumah kerusakan ringan.

"Sebagian besar warga korban pergerakan tanah kini tinggal di tenda pengungsian," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Rabu (15/5/2019).

Penetapan tanggap darurat itu berlangsung selama dua bulan dan mulai terhitung 6 Mei hingga berakhir sampai tanggal 4 Juli 2019.

Selama tanggap darurat mereka warga korban pergerakan tanah tinggal di tenda pengungsian.

Penetapan tanggap darurat tersebut sehubungan curah hujan di daerah itu meningkat,sehingga jumlah rumah yang mengalami kerusakan hingga roboh dipastikan bertambah.

Untuk mengantisipasi bencana alam tersebut, BPBD mendirikan dua tenda di lokasi pengungsian,termasuk dapur umum.

Pendirian tenda pengungsian itu merupakan bagian evakuasi untuk mengurangi risiko kebencanaan.

Namun, pihaknya mengapresiasi sejauh ini masyarakat yang dilanda bencana pergerakan tanah sejak Januari 2019 sampai saat ini belum menerima laporan korban jiwa.

"Kami terus mengoptimalkan pelayanan kepada warga yang tertimpa korban bencana pergerakan tanah," katanya menjelaskan.

Menurut dia,  para korban pergerakan tanah yang tinggal di lokasi tenda pengungsian mendapat aneka makanan dan minuman secara gratis. Para korban bencana alam itu juga melaksanakan puasa Ramadhan 2019.

"Kami menjamin ketersediaan logistik mencukupi untuk warga yang tinggal di tenda pengungsian," katanya. (Antara)

 

Mahasiswa UGM Bikin Aplikasi Permudah Penanganan Korban Bencana

Mahasiswa UGM Bikin Aplikasi Permudah Penanganan Korban Bencana

YOGYAKARTA - Lima mahasiswa UGM berhasil membuat aplikasi penyimpan riwayat medis kesehatan pasien korban bencana dalam bentuk digital. Aplikasi bernama Jejak Medis ini membantu petugas medis mengetahui riwayat medis pasien dan meminimalisir kesalahan dalam mengambil tindakan medis bagi korban bencana. 

Aplikasi ini mendapatkan penghargaan Gold Medal dan Taiwan Special Award dalam World Young Inventors Exhibition di acara International Invention, Innovation & Technology Exhibition (ITEX) 2019 di Malaysia, 2-4 Mei 2019 lalu. Mereka yang terlibat dalam pembuatan aplikasi ini adalah Eka Hafsari (Manajemen-Sekolah Vokasi 2017), Nadya Anggraini (Rekam Medis-Sekolah Vokasi 2017), Fairuz Khairunnisa (FKKMK 2017), Aziz Qomarul Firdaus (Teknologi Rekayasa Internet-Sekolah Vokasi 2017), dan Haris Hendrik (Fakultas Kehutanan 2018).

Nadya Angraini menjelaskan, ide membuat aplikasi Jejak Medis muncul karena dalam penangganan medis terhadap korban bencana, terutama yang dilakukan relawan, kebanyakan tidak memakai rekam medis. Padahal reka

"Karena itu April 2019 lalu kami membuat terobosan menciptakan aplikasi rekam medis guna mengatasi permasalahan tersebut. Baik bagi korban gempa maupun masyarakat umum," kata Nadya soal aplikasi tersebut di kampus UGM, Rabu (15/5/2019).

Fairuz Khairunnisa menambahkan, aplikasi Jejak Medis memiliki beberapa fitur, antara lain form rekam medis online dan offline, disaster management, konsultasi petugas, dan pasien.  Fitur rekam medis online dapat digunakan saat terdapat koneksi internet. Sedangkan  offline ketika tidak ada layanan internet.

"Untuk fitur disaster management berisi informasi umum saat bencana, baik daerah terkena bencana terdekat dan pascabencana yaitu crowdfunding," paparnya.

Selanjutnya dalam fitur konsultasi terdapat berbagai permintaan konsultasi dari pasien,  sehingga petugas kesehatan dapat menerima konsultasi sesuai bidangnya. Lewat fitur ini pasien dapat melakukan konsultasi dengan memilih fokus pelayanan dokter dan berbagai  keluhan nantinya langsung masuk ke permintaan konsultasi pada fitur dokter.

Sedangkan fitur aplikasi pasien memiliki tiga fitur utama yaitu riwayat medis, manajemen bencana, dan konsultasi. Fitur riwayat medis berfungsi untuk melihat resume kesehatan pasien yang berisi berbagai macam info hingga pantangan sebagai pasien, manajemen bencana berisi pra-bencana yaitu informasi umum bencana yang terintegrasi dengan BMKG sama seperti petugas kesehatan. 

"Lalu saat bencana terdapat fitur yang menunjukkan lokasi dengan tempat perlindungan terdekat dan pasca bencana berisikan fitur gotong-royong, crowdfunding, dan video motivasi kebencanaan," katanya.

Eka Hafsari mengungkapkan, aplikasi ini rencananya diluncurkan Juni nanti. Namun sebelum di-launching masih akan melakukan berbagai pengembangan aplikasi.

 

More Articles ...