logo2

ugm-logo

Jokowi Minta Edukasi Bencana Masuk Sistem Pendidikan

Jokowi Minta Edukasi Bencana Masuk Sistem Pendidikan

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajarannya memberikan edukasi kebencanaan secara konsisten dan dilakukan sejak dini. Jokowi menyatakan edukasi kebencanaan didorong masuk dalam materi yang diajarkan pada sistem pendidikan.

"Saya sudah minta agar edukasi kebencanaan ini betul-betul dikerjakan secara baik dan konsisten dilakukan sejak dini, masuk dalam muatan yang diajarkan dalam sistem pendidikan kita. Sehingga betul-betul kita siap dalam menghadapi," kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, dengan topik 'Program dan Kegiatan Tahun 2019', di Istana Negara, Senin (7/1).

Jokowi menyatakan pemerintah bersama DPR telah sepakat mengalokasikan lebih banyak lagi anggaran untuk melakukan edukasi dan mitigasi bencana alam pada APBN 2019.

"Saya juga ingin mengingatkan untuk kita terus memperkuat daya tahan kita, kesigapan kita dalam menghadapi bencana," ujarnya.


Menurut mantan Wali Kota Solo itu, sebagai negara yang terletak di atas cincin api dan memiliki kondisi geografis rawan bencana, pemerintah maupun masyarakat harus siap dan sigap menghadapi bencana alam.

"Kita harus siap, harus respons, harus sigap, harus tangguh dalam setiap menghadapi bencana alam," kata Jokowi.

Sepanjang 2018 setidaknya terjadi beberapa bencana alam di sejumlah daerah. Bencana alam ini meliputi gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB); gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, serta tsunami di Selat Sunda, yang menyapu Banten serta Lampung dan sekitarnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan memastikan pemerintah menyediakan anggaran mitigasi dan penanggulangan bencana alam sebesar Rp15 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Nilai tersebut meningkat dari realisasi sementara dana bencana 2018 yang sebesar Rp7 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pemerintah sengaja meningkatkan alokasi anggaran bencana karena tahun ini masih membutuhkan biaya untuk pemulihan dan rekonstruksi atas peristiwa yang terjadi sepanjang 2018 lalu.

"Pagunya meningkat untuk antisipasi bencana dan rekonstruksi. Pemerintah komitmen tidak ada kesulitan untuk masalah anggaran bencana ini," ujar Askolani di Kementerian Keuangan, Kamis (3/1).

Jokowi: Anggaran Edukasi dan Mitigasi Bencana Alam Telah ditingkatkan

Jokowi: Anggaran Edukasi dan Mitigasi Bencana Alam Telah ditingkatkan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan anggaran untuk edukasi dan mitigasi bencana alam pada APBN 2019 telah dialokasikan lebih besar.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menggelar rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1/2018).

"Pemerintah beraama DPR telah mengalokasi lebih banyak lagi anggaran untuk melakukan edukasi, melakukan mitigasi bencana alam. Kita terus memperkuat daya tahan kita, kesiapan kita dalam menghadapi bencana," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, peningkatan anggaran untuk mitigasi bencana sangat diperlukan mengingat Indonesia berada pada wilayah cincin api atau ring of fire dan memiliki geografis rawan bencana.

"Kita harus siap, harus respon, sigap, sanggup menghadapi bencana alam," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menegaskan persoalan edukasi kebencanaan agar segera dikerjakan secara baik dan konsisten kepada siswa maupun masyarakat.

"Dilajukan sejak dini, masuk dalam muatan yang diajarkan dalam sistem pendidikan kita, sehingga betul-betul kita siap menghadapi bencana yang ada," kata Jokowi.

Pada 2019 ini pagu untuk bencana dipastikan meningkat.

Dalam hal ini, anggaran diperuntukkan bagi dua kebutuhan, yakni antisipasi dan rehabilitasi, terutama rehabilitasi konstruksi.

Total yang disiapkan senilai Rp 15 triliun.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi: Anggaran Edukasi dan Mitigasi Bencana Alam Telah ditingkatkan, http://www.tribunnews.com/nasional/2019/01/07/jokowi-anggaran-edukasi-dan-mitigasi-bencana-alam-telah-ditingkatkan.
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi

More Articles ...