logo

ugm-logo

  • topik 1 pre fornas
  • topik 3 pre fornas

banner web


Salam Jumpa Bapak/Ibu Pemerhati Manajemen Bencana Kesehatan. Edisi Minggu Ke-3 Bulan Oktober 2021, kami sajikan beberapa Artikel/ Jurnal/ Berita dan Agenda sebagai berikut.


Pengantar Website Bencana

Edisi : 18 Oktober 2021

Pertimbangan Untuk Membangun Sistem Perawatan Kesehatan yang Tangguh di Eropa

Pandemi COVID-19 telah membawa banyak masalah etika sistem perawatan kesehatan publik menjadi perhatian publik. Terlepas dari sejumlah besar literatur yang tersedia tentang masalah etika dalam pandemi, wawasan ini sejauh ini belum terintegrasi secara luas ke dalam kesiapsiagaan sistem kesehatan, yang mengarah ke berbagai masalah etika yang serius selama pandemi. Dalam makalah ini, empat masalah etika utama dibahas, yaitu 1) distribusi sumber daya yang langka; 2) etika penelitian; 3) ketimpangan struktural; dan 4) solidaritas dan kohesi sosial. Analisis ini mengacu pada Jerman sebagai studi kasus dan pengalaman penulis dalam pembuatan kebijakan kesehatan Jerman selama pandemi. Untuk menggarisbawahi pelajaran ini dan untuk melanjutkan perdebatan seputar pendekatan praktis untuk mengintegrasikan etika ke dalam sistem perawatan kesehatan secara lebih berkelanjutan di masa depan, peneliti merenungkan empat masalah etika utama: 1) distribusi sumber daya yang langka; 2) etika penelitian; 3) ketimpangan struktural; dan 4) solidaritas dan kohesi sosial. Sejak awal 2020, salah satu penulis (A.B.) telah menjadi Ketua Dewan Etik Jerman, yang memberi nasihat kepada pemerintah dan politik Jerman secara berkelanjutan dan telah mengeluarkan beberapa pernyataan selama pandemi. Pihaknyajuga memiliki berbagai, sebagian ad hoc, peran penasihat untuk masin g -masing kementerian, badan pemerintah dan politisi. Jerman dengan demikian studi kasus ini; dan sebagian besar diskusi kita didasarkan pada keterlibatan langsung – jika terbatas – dalam pembuatan kebijakan kesehatan Jerman. Pada saat yang sama, peneliti berharap kontribusi ini dapat menjadi pelajaran bagi negara dan wilayah lain. Keempat isu tersebut dipilih karena kepentingannya yang berkelanjutan dalam pembuatan kebijakan Jerman selama pandemi; relevansi yang dirasakan untuk ketahanan sistem perawatan kesehatan di masa depan; dan keahlian serta pengalaman khusus tim peneliti. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal The Lancet Regional Health Europe

Selengkapnya

 

Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020

irbi

Buku IRBI tahun 2020 memuat nilai indeks risiko bencana di tingkat kabupaten/ kota dan tingkat provinsi seluruh Indonesia. Provinsi yang berisiko paling tinggi yaitu Sulawesi Barat, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung. Pada dasarnya komponen yang digunakan untuk memperoleh tingkat risiko bencana suatu kawasan dengan menentukan bahaya, kerentanan dan kapasitas. Metodologi pengkajian dilakukan dengan pengambilan data sampai penyajian hasil dari kajian risiko bencana dalam bentuk peta spasial. Data ini akan diolah menghasilkan indeks risiko bencana yang menjadi referensi penyusunan bahaya, peta kerentanan, peta kapasitas dan peta risiko bencana. Dalam klasifikasi data, data yang digunakan merupakan data bahaya, jiwa terpapar, kerugian, kerusakan lingkungan dan kapasitas pemerintah. Selanjutnya dilakukan pembobotan parameter per jenis bahaya (hubungan antara frekuensi kejadian dengan ada tidaknya peringatan, parameter kerentanan (indeks penduduk yang terpapar dalam jiwa, kerugian dan lingkungan) dan kapasitas (regulasi, kelembagaan, sistem peringatan dini, mitigasi, sistem kesiapsiagaan, dan lain - lain). Bagaimana IRBI seluruh provinsi Indonesia pada 2020

Selengkapnya

Mengurangi Efek Kesehatan dari Cuaca Panas dan Panas Ekstrem

Panas yang ekstrem (yaitu, gelombang panas) telah berdampak serius pada kesehatan manusia, dengan penuaan, kemiskinan, dan penyakit kronis sebagai faktor yang memperparah. Komunitas global berusaha untuk menghadapi cuaca yang lebih panas di masa depan sebagai konsekuensi dari perubahan iklim global, ada kebutuhan mendesak untuk lebih memahami tindakan pencegahan dan respons paling efektif yang dapat diterapkan, terutama di rangkaian sumber daya rendah. Dalam makalah seri ini, peneliti menjelaskan bagaimana ketergantungan masa depan pada AC tidak berkelanjutan dan semakin meminggirkan komunitas yang paling rentan terhadap panas. Peneliti kemudian menunjukkan bahwa pemahaman yang lebih holistik tentang lingkungan termal di lanskap dan skala perkotaan, bangunan, dan individu mendukung identifikasi berbagai peluang berkelanjutan untuk membuat orang tetap sejuk. Peneliti merangkum manfaat (misalnya, efektivitas) dan keterbatasan dari setiap strategi pendinginan yang diidentifikasi, dan merekomendasikan intervensi optimal untuk pengaturan seperti panti jompo, daerah kumuh, tempat kerja, area publik, kamp pengungsi, dan olahraga. Integrasi informasi ini ke dalam rencana aksi panas yang dikomunikasikan dengan baik dengan pengawasan dan pemantauan yang kuat sangat penting untuk mengurangi konsekuensi kesehatan yang merugikan dari panas ekstrem saat ini dan di masa depan. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal The Lancet

Selengkapnya

Risiko Kesehatan Akibat Cuaca Panas dan Panas Ekstrem

Kondisi lingkungan yang panas dan stres panas terkait dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas, serta meningkatkan hasil kehamilan yang merugikan dan berdampak negatif pada kesehatan mental. Tekanan panas yang tinggi juga dapat mengurangi kapasitas kerja fisik dan kinerja motorik-kognitif, dengan konsekuensi pada produktivitas, dan meningkatkan risiko masalah kesehatan kerja. Hampir setengah dari populasi global dan lebih dari 1 miliar pekerja terkena episode panas tinggi dan sekitar sepertiga dari semua pekerja yang terpapar memiliki efek kesehatan yang negatif. Namun, kematian berlebih dan banyak risiko kesehatan terkait panas dapat dicegah, dengan rencana tindakan panas yang tepat yang melibatkan strategi perilaku dan solusi biofisik. Peristiwa panas ekstrem menjadi fitur permanen musim panas di seluruh dunia, menyebabkan banyak kematian berlebih. Morbiditas dan mortalitas terkait panas diproyeksikan meningkat lebih lanjut seiring dengan kemajuan perubahan iklim, dengan risiko yang lebih besar terkait dengan derajat pemanasan global yang lebih tinggi. Khususnya di daerah tropis, peningkatan pemanasan mungkin berarti bahwa batas fisiologis yang terkait dengan toleransi panas (bertahan hidup) akan tercapai secara teratur dan lebih sering dalam beberapa dekade mendatang. Perubahan iklim berinteraksi dengan tren lain, seperti pertumbuhan populasi dan penuaan, urbanisasi, dan pembangunan sosial ekonomi, yang dapat memperburuk atau memperbaiki bahaya terkait panas. Suhu perkotaan lebih ditingkatkan oleh panas antropogenik dari transportasi kendaraan dan limbah panas dari bangunan. Meskipun ada beberapa bukti adaptasi terhadap peningkatan suhu di negara-negara berpenghasilan tinggi, proyeksi masa depan yang lebih panas menunjukkan bahwa tanpa investasi dalam penelitian dan tindakan manajemen risiko, morbiditas dan mortalitas terkait panas cenderung meningkat. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal The Lancet.

Selengkapnya


Diseminasi Hasil Penelitian
Laporan Penelitian ‘Investing in Inclusive WASH’
dan Panduan Praktis Penelitian Partisipatoris bersama Penyandang Disabilitas

asb usaid

ASB bersama Kelompok Kerja Organisasi Penyandang Disabilitas (Pokja OPDis) Sulawesi Tengah dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Universitas Gadjah Mada (PKMK UGM) telah melakukan penelitian ‘Investing in Inclusive Water, Sanitation and Hygiene (WASH)’ (iiiWASH). Penelitian ini didukung oleh Elrha’s Humanitarian Innovation Fund (HIF) dan UK’s Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO), berfokus untuk memahami tantangan maupun peluang dalam pemenuhan layanan air, sanitasi dan kebersihan (WASH) inklusif. Penelitian ini bersifat partisipatoris yang mana OPDis terlibat langsung di dalam penelitian sebagai mitra peneliti (co-researchers).

Selengkapnya

 


corona 19


Update Manajemen Bencana Kesehatan

kalsel sumsel1

Pembaca website sekalian, melalui laman ini kami mencoba membagikan informasi mengenai penanganan bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia saat ini. Laman ini harapannya dapat menjadi dokumentasi kegiatan tim ataupun berbagai data informasi resmi yang sangat berguna sebagai media pembelajaran kebencanaan kita bersama.

Gempa Sulbar    Banjir Kalsel


LIVE REPORT

PENGELOLAAN BENCANA ALAM DI KALA PANDEMI

koodinasi sulbar

Setelah memberangkatkan tim pertama pada 25 Januari – 2 Februari 2021 lalu dan tim kedua pada 1 hingga 9 Februari 2021, Pokja Bencana FK - KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany kembali mengirimkan tim yang ketiga. Tim ketiga merupakan tim penutup dan sama seperti tim sebelumnya merupakan gabungan Tim Medis dan Manajemen Pokja Bencana FK - KMK UGM, Caritas Germany , Sulawesi Tengah (RSUD Tora Belo, FKM UNTAD, Dinkes Prov. Sulteng) dan RSUD Prov. Sulbar. Tim ini bekerja pada masa transisi bencana gempa bumi Sulbar. Beberapa hal menarik dari penugasan tim ketiga adalah perawat luka melakukan pelayanan didampingi oleh perawat organik puskesmas; layanan fisioterapi, koordinasi rutin tim kesling dengan Kepala Seksi Kesling Dinkes Kab. Mamuju untuk penanganan sampah di Botteng Utara dan time management bersama dengan Kepala Puskesmas Mamuju memperbaiki manajemen layanan di luar gedung puskesmas. Bagaimana tim melakukan upaya layanan tersebut, apa pembelajaran dan best practice tim selama bertugas, jangan lewatkan, silakan mengikuti kegiatan tersebut dengan mendaftar melalui KLIK DISINI

--------
Arsip Live Report >>

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiaicon covid
mutupel Sistem Kesehatan Nasional aids2
Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait

altwhodepkesaltaltaltidrccawbibkkbn