logo

ugm-logo

Agenda

  • pre fornas
  • banner logistik agenda

corona 19

Pengantar Website Bencana

Edisi : 24 - 30 November 2020


Seminar Proposal dan Progress Penelitian

Kajian mengenai Analisis Faktor Penghambat dan Pendukung Inklusi Penyandang Disabilitas dan Orang lanjut Usia dalam Layanan WASH Pasca Bencana Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi Sulawesi Tengah Tahun 2018

https://imcnews.id/uploads/images/image_750x_5cb0935b3107a.jpgDampak WASH pada bencana gempa Sulawesi Tengah belum terdokumentasikan sistematis baik dalam laporan dan penelitian hingga saat ini, termasuk WASH inklusi padahal terdapat lebih dari 1300 kegiatan penyediaan air bersih, jamban darurat, dan penyaluran hygiene kit yang dilakukan oleh lebih dari 21 anggota sub klaster WASH. Sementara intervensi WASH pada situasi bencana sangat penting untuk menurunkan risiko dan penyebaran penyakit, serta menekan angka kematian akibat situasi lingkungan dan sanitasi yang menurun. WASH merupakan hak setiap orang tetapi keadaan dan keterbatasan penyandang disabilitas, lanjut usia dan kelompok rentan lainnya dalam situasi bencana cenderung terpinggirkan dengan alasan penanganan yang cepat dan efisiensi menggunakan standar umum. Dalam situasi pra bencana, 20 persen masyarakat miskin membutuhkan akses WASH dan hal ini semakin meningkat pada situasi bencana.

Kerangka Acuan


Sub-Seminar Fornas JKKI X: Topik 5
Kebijakan Ketahanan Kesehatan dalam menghadapi Bencana Pandemi COVID-19

fornas jkki bencana2PKMK menyelenggarakan sub seminar bertema bencana kesehatan pada Jumat, 20 November 2020 secara online. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan kebijakan ketahanan kesehatan dalam menghadapi bencana pandemi COVID-19, bencana dan krisis kesehatan. Ketahanan kesehatan menjadi sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan dimasa mendatang. Merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 4/2019, secara umum ketahanan kesehatan dapat digambarkan sebagai kemampuan ketahanan nasional dalam menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat dan/atau bencana non alam akibat wabah penyakit, pandemi global, dan kedaruratan nuklis, biologi, dan kimia yang dapat berdampak nasional dan/atau global. Adanya pandemic COVID-19 menunjukkan bahwa ketahanan kesehatan masih perlu untuk ditingkatkan baik dari segi sistem kesehatan, fasilitas kesehatan maupun ketersediaan tenaga kesehatan. Jika dibiarkan, negara akan kewalahan, semakin banyak kasus sementara fasilitas kesehatan sudah penuh dan tingginya angka kematian tenaga kesehatan karena terpapar virus Covid-19. 

TOR dan Materi  Reportase


Dampak Pameran Terhadap Kesadaran Risiko Masyarakat Umum Di Daerah Pegunungan

https://journals.openedition.org/rga/docannexe/image/5198/img-2.pngStudi ini menyelidiki dampak pameran tentang bahaya alam terhadap kesadaran risiko penduduk Lembah Ubaye di Prancis selatan. Praktik komunikasi risiko harus efektif untuk berkontribusi pada pengurangan bencana, tetapi dampaknya jarang dievaluasi. Dengan menggunakan desain penelitian pre-test / post-test serta studi longitudinal, perubahan kesadaran orang dewasa, remaja dan anak - anak diukur. Tanggapan kuesioner dianalisis menggunakan tes non-parametrik. Kuesioner membahas beberapa faktor yang menentukan atau memengaruhi kesadaran: sikap terhadap risiko, pengalaman keadaan darurat sebelumnya, paparan terhadap peningkatan kesadaran, kemampuan untuk mengurangi / mempersiapkan / merespons, tingkat kekhawatiran, kesadaran yang dilaporkan sendiri, pengetahuan yang keras dan karakteristik demografis. Secara umum, kesadaran risiko lebih tinggi setelah mengunjungi pameran. Pameran tersebut berdampak paling besar pada pengunjung yang pernah mengalami sedikit bencana alam atau yang kurang mendapat informasi apriori. Berbeda dengan remaja dan anak - anak, kesadaran orang dewasa hanya meningkat untuk risiko secara umum dan bukan untuk bahaya alam tertentu. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa pameran lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya yang jarang terjadi. Untuk bahaya yang lebih sering terjadi dan terjadi secara lokal, seperti aliran puing - puing, sarana komunikasi lain harus dipertimbangkan. Artikel ini dipublikasikan pada 2017 di International Journal of Risk Reduction

Selengkapnya


Diseminasi Hasil Penelitian Online

KAJIAN KESIAPSIAGAAN RUMAH SAKIT DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 BERBASIS SISTEM KOMANDO DI WILAYAH DIY DAN DKI JAKARTA

Banjir Jabodetabek, Bekasi Paling Banyak GenanganHal yang kerap menjadi masalah, ketika terjadi bencana rumah sakit mengabaikan kembali dokumen perencanaannya. Siapa yang sudah ditunjuk sebagai komandan, siapa yang akan bertugas secara operasional, bidang data informasi mengurusi apa dan bagaimana analisis risiko rumah sakit sebelumnya untuk perencanaan surge hospital menghadapi lonjakan kasus, bagaimana komunikasi lintas sektor dan sebagainya. Situasi tersebut lebih berat terjadi pada bencana non alam seperti saat ini, pandemi global COVID-19. Walaupun pada dasarnya konsep penanganan pandemi ini sama dengan konsep penanganan bencana, tetapi terdapat perbedaan yang sangat besar. Perbedaannya terletak pada prinsip dasar penanganan karena perbedaan sifat agen kausatifnya.

Selengkapnya


Sub Seminar dalam Fornas JKKI

Kebijakan Ketahanan Kesehatan dalam Menghadapi Bencana Pandemi COVID-19

flood town river water stream

Bencana pandemi COVID-19 merupakan hal yang baru yang dihadapi berbagai negara. Kelemahan negara mengatasi pandemi ini menunjukkan kelemahan sistem kesehatan yang sudah terbangun. Terlihat setelah memasuki bulan ke-8, belum ada tanda - tanda penurunan kasus di Indonesia secara khusus. Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menjaga ketahanan kesehatan karena pandemi ini. Berbagai kebijakan terkait protokol kesehatan sudah dikeluarkan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Ketahanan kesehatan ini akan terwujud jika setiap komunitas peduli dan konsisten menerapkan kebijakan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran pandemi COVID-19.

Selengkapnya


Presentasi Diseminasi Hasil Penelitian

DAMPAK PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DI KOMUNITAS TERHADAP KUNJUNGAN RUMAH SAKIT

https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2020/09/15/ilustrasi-virus-corona-covid-19_169.jpeg?w=700&q=90

Pandemi COVID-19 sudah berlangsung lebih dari enam bulan, bahkan di Indonesia jumlah pasien terus bertambah, dan belum ada tanda tanda untuk kurva epidemi turun (Kemenkes RI, 2020a). Pemerintah sudah berupaya sebaik mungkin untuk menerapkan kebijakan - kebijakan mitigasi, termasuk diantaranya pembatasan sosial.

Selengkapnya Reportase


Kajian  Kesiapsiagaan rumah Sakit  Dalam  Menghadapi  Pandemi Covid-19 Berbasis Sistem Komando di wilayah DIY dan DKI Jakarta

diseminasi kesiapsiagaan2

Seluruh rumah sakit yang telah terakreditasi sudah pasti memiliki perencanaan penanggulangan bencana untuk rumah sakit atau Hospital Disaster Plan (HDP). Namun, karena nilai untuk HDP hanya 20 persen dan bisa lolos tanpa membuat perencanaan, tidak jarang rumah sakit hanya membuat dokumen dan tidak mensosialisasikannya ke seluruh staf. Hal yang kerap menjadi masalah, ketika terjadi bencana rumah sakit mengabaikan kembali dokumen perencanaannya. Siapa yang sudah ditunjuk sebagai komandan, siapa yang akan bertugas secara operasional, bidang data informasi mengurusi apa dan bagaimana analisis risiko rumah sakit sebelumnya untuk perencanaan surge hospital menghadapi lonjakan kasus, bagaimana komunikasi lintas sektor dan sebagainya.

Selengkapnya  Reportase


Sistem Standar Pelayanan Minimum Kesehatan Beradaptasi Protokol Pencegahan COVID-19 dan Perspektif Manajemen Bencana bagi Puskesmas

spm banner

Pandeglang, Lombok Utara dan Sulawesi Tengah secara geografis merupakan wilayah rawan bencana. Masih lekat di ingatan kita pada 2018 terjadi tsunami di Pandeglang, gempa bumi di Lombok, gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di wilayah Sulawesi Tengah. Berbagai jenis kejadian bencana tersebut menimbulkan krisis kesehatan seperti korban jiwa, luka - luka, pengungsi dan terganggunya masalah kesehatan, ketersediaan air bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan, gizi, kesehatan jiwa, hingga lumpuhnya layanan dan sistem kesehatan. Melihat dampak kondisi di atas, dituntut kerja sama dari semua pihak untuk berperan dalam mengurangi, mengantisipasi dan menghadapi risiko yang dapat muncul setiap saat. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdekat diharapkan dapat bertahan dalam kondisi gawat darurat dan dapat mendukung sistem kesehatan daerah, terutama untuk layanan kesehatan korban atau pun masyarakat terdampak diwilayah kerja puskesmas.

Term Of Reference     Reportase


Pasien COVID-19 Dirawat di Rumah

rawat covid dirumah

WHO merekomendasikan pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan tidak ada penyakit kronis untuk dikarantina di rumah. Hal ini sudah dilakukan oleh beberapa masyarakat Indonesia, mengingat kapasitas ruang perawatan di rumah sakit tidak mencukupi. Pasien COVID-19 tak kunjung menunjukkan tanda - tanda penurunan kasus. Ketersediaan jumlah tempat tidur perawatan pasien kritis dan pasien non kritis sudah mulai mecapai titik maksimal di rumah sakit. Pasien COVID-19 yang memutuskan perawatan di rumah tentu harus mengikuti standar protool kesehatan dan membekali diri dengan informasi dari dokter dan pemerintah setempat. Pasien COVID-19 yang dirawat dirumah dengan prosedur kesehatan yang ketat bisa sembuh. Saat dirawat di rumah, pasien tidak boleh berinteraksi dengan anggota keluarga atau orang lain. Pasien menggunakan kamar yang terpisah dari anggota keluarga lainnya dan menentukan satu anggota keluarga yang sehat untuk merawat pasien. Pasien dan anggota keluarga yang merawat harus menggunakan masker dan sering mencuci tangan pakai sabun setelah kontak. Pemakaian peralatan makan dan perlengkapan mandi pasien juga dipisah. Setiap hari anggota keluarga membersihkan permukaan benda yang sering disentuh dengan cairan disinfektan. Pasien tetap dalam pemantauan fasilitas kesehatan terdekat dan diberi makanan bergizi setiap hari.

Selengkapnya


Bencana Banjir saat Pandemi

Sejumlah area di Indonesa kembali dilanda banjir. Curah hujan yang tinggi dan meluapnya sungai merendam pemukiman wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Demikian juga terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat terendam banjir dengan ketinggian mencapai lebih dari 2 meter. Kondisi ini menjadi perhatian khusus ditengah-tengah terjadinya pandemic. Sementara jumlah kasus COVID di Indonesia masih terus meningkat, kebijakan yang dikeluarkan belum signifikan berpengaruh pada penurunan kasus. Terjadinya banjir menjadi permasalahan baru dalam penangann bencana. Pemerintah dan masyarakat harus mampu mencegah terjadinya klaster baru penyebaran COVID-19 di tempat pengungsian. Setiap daerah umumnya sudah memiliki rencana kontijensi bencana banjir, namun pada kondisi normal. Saatnya pemerintah menyusun rencana kontijensi bencana banjir selama pandemic, karena banyak hal yang harus dicantumkan khususnya terkait protocol kesehatan. Kondisi fisik masyarakat yang menurun di pengungsian sangat rentan terjangkit COVID-19 karena ketahanan melawan virus ini berhubungan erat dengan immunitas tubuh. Pada artikel berikut juga disebutkan proses 3 T (testing, tracing, treatment) harus tetap dilakukan dalam penanganan COVID-19 saat banjir.

Selengkapnya

 

COVID-19 dan Pendidikan Profesi Kesehatan

Kurikulum kebencanaan sudah lama diperbincangkan oleh akademisi di Indonesia. Di beberapa fakultas kesehatan Indonesia sudah memasukkan manajemen bencana kesehatan dalam kuliah pembelajaran mahasiswa, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam manajemen penanggulangan bencana bidang kesehatan. Terjadinya pandemi COVID-19 telah mengganggu setiap aspek perawatan kesehatan dan sistem pendidikan profesi kesehatan. Pandemi mengungkap banyak kekurangan dalam upaya kesehatan masyarakat, pendidikan kedokteran dan sistem politik. Dalam penelitian ini penulis menyatakan dibutuhkan perubahan dalam pendidikan kedokteran, perawatan kesehatan dan kebijakan kesehatan dalam penanganan pandemi COVID-19. Pendidik profesi kesehatan penting memanfaatkan pengalaman pandemi ini untuk menekankan kembali kurikulum pada model bioscientific kesehatan dan memperluas pendekatan pendidikan dengan menggabungkan perilaku, sosial dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan. Surveilans penyakit, investasi dalam pencegahan cedera dan penyakit, dan perencanaan penanggulangan bencana harus menjadi elemen dasar pendidikan profesi kesehatan.  

Selengkapnya

 


PRE FORUM NASIONAL JARINGAN KEBIJAKAN KESEHATAN INDONESIA 2020

Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Puskesmas

Penanganan bencana selama ini lebih berfokus pada bencana alam saja, sementara bencana non alam seperti pandemik COVID-19 akan terus mengancam kehidupan manusia. Potensi terjadinya bencana ini tidak dapat diprediksi sehingga perlu diantisipasi dengan memperkuat sistem manajemen penanganan bencana sektor kesehatan. Sektor kesehatan harus siap dari segi kebijakan, pengorganisasian, perencanaan, implementasi dan evaluasi program penanganan bencana. Sudah saatnya dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas memperkuat kapasitas penanganan bencana melalui satu perencanaan penanggulangan bencana yang operasional. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK - KMK UGM ikut serta dalam kegiatan Forum Nasional Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (Fornas JKKI) yang akan dilaksanakan pada November 2020. Pada Pre Fornas JKKI, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK - KMK UGM akan menyelenggarakan workshop online penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas. Diharapkan melalui workshop ini dapat mendukung dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam menyusun dan mengoperasikan dokumen rencana penanggulangan bencana.

Agenda Kegiatan :

Seminar dan Workshop Online “Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan)”
Hari/Tanggal          : Selasa - Rabu/ 26 -27 Oktober 2020
Waktu                     : 09.00 – 12.00 WIB

SELENGKAPNYA

Seminar dan Workshop Online “Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan)”
Hari/Tanggal          : Senin - Selasa/ 2 - 3 November 2020
Waktu                     : 09.00 – 12.00 WIB

SELENGKAPNYA

Seminar dan Workshop Online “Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Daerah (Dinkes Disaster Plan)”
Hari/Tanggal          : Rabu - Kamis/ 4 - 5 November 2020
Waktu                     : 09.00 – 12.00 WIB

SELENGKAPNYA

 

 

 

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2
Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait

altwhodepkesaltaltaltidrccawbibkkbn