logo

ugm-logo

Salam Jumpa Bapak/Ibu Pemerhati Manajemen Bencana Kesehatan. Edisi Minggu ini kami sajikan beberapa Artikel/ Jurnal/ Berita dan Agenda sebagai berikut.


Pengantar Website Bencana

Edisi : 28 Juni 2022

Pentingnya Pendidikan Tentang Bencana dan Kondisi Darurat

Bencana dan keadaan darurat telah meningkat di seluruh dunia. Dewasa ini, dengan kemajuan teknologi, memperoleh pengetahuan dan penerapannya dalam ranah tindakan dianggap sebagai satu-satunya cara yang efektif untuk mencegah bencana atau mengurangi dampaknya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pentingnya pendidikan dan pengaruh berbagai metode pendidikan terhadap pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan pada orang - orang yang rentan. Untuk tujuan ini, beberapa artikel yang diindeks di Database PubMed, Web of Science, Google Scholar, Scopus, Science Direct, dan ProQuest telah dicari. Pencarian terbatas pada artikel yang ditinjau dalam bahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 1990 dan 2017. Pendidikan kebencanaan bertujuan untuk memberikan pengetahuan diantara individu dan kelompok untuk mengambil tindakan untuk mengurangi kerentanan mereka terhadap bencana. Selama beberapa dekade terakhir, masalah bahwa orang yang terlatih dapat bersiap menghadapi bencana dan merespons dengan baik telah diselidiki secara ekstensif. Berdasarkan hasil, pendidikan bencana adalah alat yang fungsional, operasional, dan hemat biaya untuk manajemen risiko. Berdasarkan beberapa bukti, penting bagi masyarakat rentan untuk belajar tentang bencana. Ada berbagai metode untuk mendidik orang - orang yang rentan, tetapi tidak ada metode yang lebih baik dari yang lain. Orang yang terlatih dapat melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dengan lebih baik. Dalam kaitan ini, perencanaan dan perancangan program pendidikan yang komprehensif diperlukan bagi masyarakat untuk menghadapi bencana. Artikel ini dipublikasikan pada 2019 di jurnal NCBI

SELENGKAPNYA

Public health implications of multiple disaster exposures

Berbagai bencana dapat mempengaruhi kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kesejahteraan. Dampak bencana akan semakin tinggi jika terjadi bencana ganda (multiple disaster) seperti terjadinya gempa pada masa pandemi. Tentu penanganan bencana ganda tersebut harus memperhatikan prosedur penanganan bencana saat pandemi dan melibatkan banyak sektor.   Artikel ini mengidentifikasi 150 kajian ilmiah yang menganalisis bagaimana implikasi kesehatan masyarakat dalam penanganan bencana ganda. Implikasi kesehatan masyarakat tersebut terkait dengan perubahan fasilitas pelayanan kesehatan, perubahan persepsi risiko publik, dan tanggapan pemerintah terhadap berbagai bencana. Temuan identifikasi menyajikan tentang pemulihan masyarakat dan tantangan metodologis untuk mempelajari berbagai bencana, dan arah untuk penelitian masa depan. Terdapat kebutuhan mendesak pada program intervensi yang disesuaikan dengan skenario bencana ganda, dimana potensi kebutuhan untuk kesiapsiagaan, respon dan kegiatan pemulihan dikaitkan dengan bahaya yang berbeda-beda. Di semua kasus yang teridentifikasi, rumah sakit yang terkena dampak semaksimal mungkin berfungsi meskipun ada kesulitan logistik dan kapasitas terbatas. Sistem kesehatan juga benar-benar diuji dalam penanganan bencana ganda.

SELENGKAPNYA

Menilai Pentingnya Faktor Kesiapsiagaan Bencana untuk Manajemen Risiko Bencana Berkelanjutan

Terkait dengan prognosis bencana di masa depan terkait dengan perubahan iklim, manajemen risiko bencana (Disaster Risk Management/ DRM) menjadi salah satu elemen penentu pembangunan berkelanjutan. Kemungkinan melibatkan masyarakat umum dalam implementasi DRM saat ini sedang menjadi topik yang sering dibicarakan. Secara khusus, kesiapsiagaan penduduk untuk keterlibatan masyarakat dipertanyakan dan, oleh karena itu, pemahaman tentang kondisi yang memfasilitasi kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana sangat menentukan. Artikel ini menyajikan hasil penelitian yang menyelidiki factor - faktor yang mempengaruhi (1) kesiapsiagaan objektif penduduk, serta (2) persepsi subjektif tentang kesiapsiagaan kita terhadap bencana. Analisis statistik menemukan bahwa kedua sisi kesiapsiagaan masyarakat bergantung terutama pada pengalaman mereka dengan bencana, kesadaran akan risiko yang mungkin terjadi dan prosedur yang tepat untuk menyelesaikan situasi, dan potensi ekonomi rumah tangga. Hasilnya menekankan perlunya mendukung proses peningkatan kesadaran akan risiko dan kemungkinan prosedur pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat sebelum bencana, termasuk kelompok yang lebih rentan secara ekonomi. Di bidang ini, kolaborasi otoritas yang bertanggung jawab dan masyarakat umum sangat diinginkan. Oleh karena itu, studi ini dan hasil - hasilnya dapat berfungsi sebagai dukungan untuk membuat kebijakan manajemen resiko bencana dan pembangunan berkelanjutan. Artikel ini dipublikasikan pada 2020 di jurnal MDPI

SELENGKAPNYA

Persiapan Sekretariat ASEAN Institute for Disaster Health Management

ugm aidhm 0

Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) didukung oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM terus mematangkan rencana persiapan Indonesia sebagai sekretariat ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM). Pertemuan lanjutan dilaksanakan di Yogyakarta, 2 - 3 Juni 2022. Rangkaian kegiatan meliputi hybrid meeting, penugasan kelompok - kelompok kerja, serta kunjungan untuk melihat kesiapan FK-KMK UGM sebagai lokasi sekretariat. Kunjungan dilakukan di pagi pada 3 Juni 2022. Rombongan Kementerian Kesehatan diterima di Gedung Litbang FK - KMK UGM yang merupakan tempat ruangan sekretariat AIDHM tepatnya di ruang Divisi Manajemen Bencana PKMK UGM.

SELENGKAPNYA

bendera ASEAN2

ASEAN Institute on Disaster Health Management (AIDHM) merupakan wadah jejaring negara-negara regio ASEAN dalam bidang manajemen bencana kesehatan. AIDHM berada di bawah koordinasi dari ASEAN Health Cluster 2 (AHC 2) yang mana di bawah komando dari Senior Officials Meeting on Health Development (SOMHD) dan ASEAN Health Ministers’ Meeting (AHMM). AIDHM bertugas memfasilitasi dan mendukung ASEAN Academic Network on Disaster Health Management, mengelola kegiatan akademik untuk memperkuat kapasitas manajemen bencana, memberikan konsultasi dan bantuan terkait kegiatan manajemen bencana, dan mengkoordinasi serta mendukung pendirian regional disaster health training centers

SELENGKAPNYA


Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 dan Rumah Resiliensi Indonesia (RR-I)

pembukaan

Dalam rangkaian Global Platform for Disaster Risk Reduction ke-7 di Bali pada 23-28 Mei 2022, sebagai bagian dari kegiatan untuk mengangkat pembelajaran dan praktik baik berbagai pihak di Indonesia ke tingkat dunia, Pemerintah Indonesia bersama berbagai lembaga/organisasi non-pemerintah menyelenggarakan Rumah Resiliensi Indonesia (RRI).

PKMK FK - KMK UGM bersama Caritas Germany Indonesia turut berkontribusi dalam market place, Panggung Resiliensi, talkshow, panel pameran, serta World Café yang bertempat di Art Bali - Bali Collection (AB-BC) - Nusa Dua Bali.

Informasi & Reportase Kegiatan


Pendampingan Online:
Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit

header bimtek hdp bencana

Hospital disaster plan diamanatkan dalam UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang salah satu bunyinya: Rumah sakit mempunyai kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana. Namun, penyusunan hospital disaster plan (HDP) yang terkendala di rumah sakit akan menyebabkan sulitkan operasionalisasi manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK UGM menyelenggarakan Pelatihan dan Pendampingan HDP pada Mei hingga Juli 2022. Kegiatan ini intensif dilakukan secara online dengan biaya 5 juta Rupiah per instansi (5 orang/ instansi).

Selengkapnya   |   Materi & Arsip Kegiatan

 

dinkes disaster plan maros

Kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan Peningkatan Kapasitas Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) di daerah yang diselenggarakan pada tahun lalu. Pada 2021 lalu telah dilaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari pengkajian kapasitas daerah untuk melihat sejauh mana Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros sudah menyiapkan kegiatan KKM sampai pengayaan terkait materi ICS dan PHEOC. Hasil reviewmenunjukkan bahwa kapasitas umum untuk KKM masih perlu dikembangkan dan diperlukan kapasitas khusus dalam menyusun rencana penanggulangan bencana daerah. Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan pelatihan online dan offline mengenai Dinas Kesehatan Disaster Plan Dinkes Disaster Plan (DDP) dan bagaimana integrasinya dengan PHEOC. Harapannya agar peran PHEOC di daerah oleh dinas kesehatan semakin kuat dan pondasi struktur penanganan bencana di daerah terbangun. Dinas kesehatan akan difasilitasi untuk menyusun perencanaan DDP dan organisasi PHEOC daerah, mengevaluasi rangkaian kegiatan dan merencanakan penanggulangan bencana alam, non alam, krisis dan kedaruratan kesehatan masyarakat menggunakan pendekatan dinkes disaster plan di daerah.

SELENGKAPNYA


pekan diseminasi disaster


semeru ahs ugm

Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 pukul 15.00 WIB. Berdasarkan data sementara BPBD Provinsi Jawa Timur, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, luka berat sebanyak 69 orang dan luka ringan 100 orang (06/12/2021). Total korban terdampak di Kabupaten Lumajang sebanyak 5.205 orang. Relawan kesehatan khususnya tenaga medis sudah banyak dikirim ke lokasi dan sementara cukup menangani korban bencana. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM turut berpartisipasi dalam penanganan bencana Gunung Semeru. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM berkoordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dan Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk mendapatkan informasi awal terkait updape kondisi dan kebutuhan penanganan bencana Gunung Semeru. Dari hasil diskusi tersebut, pemerintah daerah membutuhkan relawan yang dapat membantu Dinas Kesehatan Kab. Lumajang dalam hal manajemen penanganan bencana. Manajemen penanganan bencana yang dimaksud adalah melakukan pemetaan respon tanggap darurat, manajemen relawan kesehatan dan sistem pelaporan penanganan. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM siap menugaskan per 6 Desember 2021 relawan manajemen bencana kesehatan ke Lumajang, Jawa Timur. Informasi terkait berita/artikel Bencana Gunung Semeru, Laporan Kegiatan Tim serta Live Report dapat dibaca berikut :

Berita/Artikel Gunung Semeru      

Laporan Kegiatan Harian 

Live Report

Infografis Data Layanan Pos Kesehatan


corona 19


Update Manajemen Bencana Kesehatan

kalsel sumsel1

Pembaca website sekalian, melalui laman ini kami mencoba membagikan informasi mengenai penanganan bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia saat ini. Laman ini harapannya dapat menjadi dokumentasi kegiatan tim ataupun berbagai data informasi resmi yang sangat berguna sebagai media pembelajaran kebencanaan kita bersama.

Gempa Sulbar    Banjir Kalsel


LIVE REPORT

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiaicon covid
mutupel Sistem Kesehatan Nasional aids2
Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait

altwhodepkesaltaltaltidrccawbibkkbn