logo

ugm-logo

almarhum ay1

Salam Jumpa Bapak/Ibu Pemerhati Manajemen Bencana Kesehatan. Edisi Minggu ini kami sajikan beberapa Artikel/ Jurnal/ Berita dan Agenda sebagai berikut.


Pengantar Website Bencana

Edisi : 17 Mei 2022

Mempengaruhi Jalur dari Bencana ke Risiko Konflik dan Potensi Perdamaian Melalui Pengurangan Risiko Bencana

Bencana, termasuk kegiatan yang terkait dengan bencana, telah terbukti memicu, mengintensifkan, dan memperpanjang konflik kekerasan, namun bencana juga menunjukkan potensi untuk mengurangi konflik kekerasan, mendorong kerja sama, dan membangun perdamaian. Literatur konflik-bencana dan perdamaian-bencana telah berusaha membangun hubungan kausal dan linier, tetapi penelitian belum mengeksplorasi dengan ketelitian yang sama mekanisme kausal yang menghubungkan fenomena ini dalam proses perubahan sosial-politik jangka panjang dan bagaimana mereka dipengaruhi oleh tindakan manusia. dan kelambanan. Penelitian ini mengisi kesenjangan ini dengan mengambil wawancara mendalam dengan para profesional pengurangan risiko bencana (PRB) di 25 negara yang terkena dampak bencana dan konflik di Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika untuk menganalisis jalur yang mengarah dari bencana dan terkait bencana kegiatan konflik kekerasan dan perdamaian. Temuan ini menyoroti bagaimana jalur ini dapat dengan sengaja diarahkan menuju potensi perdamaian melalui PRB. Artikel ini dipublikasikan pada 2022 di SAGE Journals

Selengkapnya


Pendampingan Online:
Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit

header bimtek hdp bencana

Hospital disaster plan diamanatkan dalam UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang salah satu bunyinya: Rumah sakit mempunyai kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana. Namun, penyusunan hospital disaster plan (HDP) yang terkendala di rumah sakit akan menyebabkan sulitkan operasionalisasi manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK UGM menyelenggarakan Pelatihan dan Pendampingan HDP pada Mei hingga Juli 2022. Kegiatan ini intensif dilakukan secara online dengan biaya 5 juta Rupiah per instansi (5 orang/ instansi).

Selengkapnya   |   Materi & Arsip Kegiatan


Model Inovasi Pelayanan Pemerintah Daerah dalam Mitigasi Bencana 

risk_mitigation_puzzleIndonesia memiliki situasi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang rawan bencana dengan frekuensi yang relatif tinggi, sehingga memerlukan penanganan bencana yang sistematis, terpadu, dan terkoordinasi. Bencana yang terjadi hingga 2020 didominasi oleh bencana alam hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin topan, kekeringan hingga hutan, dan kebakaran lahan (BNPB, 2021). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model inovasi pelayanan pemerintah daerah dalam mitigasi bencana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur, FGD, dan wawancara dengan inovasi mitigasi bencana terkait di lokasi penelitian. Temuan lapangan menggambarkan bahwa inovasi SDIS yang diterapkan Kabupaten Sleman merupakan salah satu inovasi terbaik dalam penanganan erupsi gunung api. Inovasi ini telah dirintis sejak tahun 2016 dan terus disempurnakan. Di Semarang, khusus untuk bencana banjir, dipasang alat Early Warning System di beberapa titik sebagai inovasi terbaik dalam penanganan banjir. Namun, kesulitan memasangnya di titik-titik tertentu karena kontur geografis yang tidak memungkinkan. Sedangkan untuk Kabupaten Sumedang, inovasi mereka melalui aplikasi SITABAH masih perlu pengembangan lebih lanjut untuk menjadi inovasi terbaik dalam mitigasi bencana longsor karena keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia. Selain itu, aplikasinya masih satu arah. Dari ketiga model inovasi mitigasi bencana tersebut, inovasi SDIS merupakan inovasi yang telah berhasil diterapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman. Khusus pada fitur “Jarakku dan Merapi” yang dapat diakses secara online, model inovasi ini dapat direplikasi di daerah lain. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di Jurnal Bina Praja

Selengkapnya

dinkes disaster plan maros

Kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan Peningkatan Kapasitas Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) di daerah yang diselenggarakan pada tahun lalu. Pada 2021 lalu telah dilaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari pengkajian kapasitas daerah untuk melihat sejauh mana Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros sudah menyiapkan kegiatan KKM sampai pengayaan terkait materi ICS dan PHEOC. Hasil reviewmenunjukkan bahwa kapasitas umum untuk KKM masih perlu dikembangkan dan diperlukan kapasitas khusus dalam menyusun rencana penanggulangan bencana daerah. Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan pelatihan online dan offline mengenai Dinas Kesehatan Disaster Plan Dinkes Disaster Plan (DDP) dan bagaimana integrasinya dengan PHEOC. Harapannya agar peran PHEOC di daerah oleh dinas kesehatan semakin kuat dan pondasi struktur penanganan bencana di daerah terbangun. Dinas kesehatan akan difasilitasi untuk menyusun perencanaan DDP dan organisasi PHEOC daerah, mengevaluasi rangkaian kegiatan dan merencanakan penanggulangan bencana alam, non alam, krisis dan kedaruratan kesehatan masyarakat menggunakan pendekatan dinkes disaster plan di daerah.

SELENGKAPNYA


pekan diseminasi disaster


semeru ahs ugm

Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 pukul 15.00 WIB. Berdasarkan data sementara BPBD Provinsi Jawa Timur, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, luka berat sebanyak 69 orang dan luka ringan 100 orang (06/12/2021). Total korban terdampak di Kabupaten Lumajang sebanyak 5.205 orang. Relawan kesehatan khususnya tenaga medis sudah banyak dikirim ke lokasi dan sementara cukup menangani korban bencana. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM turut berpartisipasi dalam penanganan bencana Gunung Semeru. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM berkoordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dan Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk mendapatkan informasi awal terkait updape kondisi dan kebutuhan penanganan bencana Gunung Semeru. Dari hasil diskusi tersebut, pemerintah daerah membutuhkan relawan yang dapat membantu Dinas Kesehatan Kab. Lumajang dalam hal manajemen penanganan bencana. Manajemen penanganan bencana yang dimaksud adalah melakukan pemetaan respon tanggap darurat, manajemen relawan kesehatan dan sistem pelaporan penanganan. Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM siap menugaskan per 6 Desember 2021 relawan manajemen bencana kesehatan ke Lumajang, Jawa Timur. Informasi terkait berita/artikel Bencana Gunung Semeru, Laporan Kegiatan Tim serta Live Report dapat dibaca berikut :

Berita/Artikel Gunung Semeru      

Laporan Kegiatan Harian 

Live Report

Infografis Data Layanan Pos Kesehatan


corona 19


Update Manajemen Bencana Kesehatan

kalsel sumsel1

Pembaca website sekalian, melalui laman ini kami mencoba membagikan informasi mengenai penanganan bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia saat ini. Laman ini harapannya dapat menjadi dokumentasi kegiatan tim ataupun berbagai data informasi resmi yang sangat berguna sebagai media pembelajaran kebencanaan kita bersama.

Gempa Sulbar    Banjir Kalsel


LIVE REPORT

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiaicon covid
mutupel Sistem Kesehatan Nasional aids2
Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait

altwhodepkesaltaltaltidrccawbibkkbn