logo2

ugm-logo

Daftar Kontak Posko Penanganan Banjir Jakarta dari Pemerintah dan Swadaya

KOMPAS.com - Sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur di kawasan itu sejak Selasa (31/12/2019) sore hingga Rabu (1/1/2020).

Banjir dengan kedalaman beragam, merendam pemukiman warga dan memaksa sebagian dari mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kendaraan motor dan mobil milik masyarakat juga banyak yang menjadi korban, terendam bahkan sebagian di antaranya hanyut terbawa arus.

Lebih dari itu, banjir yang menjadi kado di awal tahun 2020 ini sudah memakan korban jiwa. Setidaknya, hingga Rabu (1/1/2020) sore, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut 9 orang meninggal dunia.

Alasannya beragam, ada yang terkena hipotermia, tersengat listrik hingga tertimbun longsor.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, berikut ini sejumlah kontak dan alamat posko banjir yang bisa diakses sewaktu-waktu.

Kontak Penting untuk Aduan Banjir

  • Telepon: 021 345 9444
    SMS center: 085 88000 1949

Posko korban banjir Pemerintah DKI Jakarta:

- Posko Banjir Global Rescue Network/Arus Liar

Telepon: 8355885, 99­462699

- Posko Banjir Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma

Telepon: 8019210, 80­19211

- Posko Banjir Komando Armada Barat TNI AL

Telepon: 4243000

- Posko SAR DKI Jakarta

Telepon: 34835118

- Posko Banjir DKI Jaya

Telepon: 021-819694­5/8197309

- Dinas Pekerjaan Umum Prov. DKI Jakarta

Telepon: 3846608
Fax: 3850255, 3865559

- Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial Prov. DKI Jakarta

Telepon: 4264675
Fax: 021-4264675

- Dinas Kesehatan Prov. DKI Jakarta

Jln. Kesehatan Raya No. 10 Jakarta Pusat Posko Banjir
Telepon: 34835118
Fax: 021-34830557

- Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian Jakarta Selatan

Telepon: 72790109

- Posko Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian Banjir Jakarta Timur

Telepon: 48702160

- Posko Banjir Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian Jakarta Barat

Telepon: 5682284

- Posko Banjir Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian Jakarta Utara

Telepon: 43930152, 43934752

- Posko Banjir Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian Jakarta Pusat

Telepon : 38433723

- Posko Banjir (Satkorlak PBP) Provinsi DKI Jakarta

Telepon: 3822212, 3823211, 3500000
Fax: 3823412, 3862022
SMS: 0811920203

- Informasi Lalu Lintas: 021-52960770

 

Posko korban banjir dari Masyarakat:

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)

DKI Jakarta: Zikrullah-081311567150
Jakarta Selatan: M. Rizqi-081219780118
Tebet Timur: Zaid Fadli-085710002477
Bukit Duri: Suparman-081280084347
Jakarta Barat: Toni-081314744773
RSIJ Pondok Kopi: Musri-081586338221
Pimpinan Tanggap Darurat MDMC: Indrayanto-081228324625

- Posko Bantuan Banjir Sahabat Anak

Posko ini fokus pada korban di Manggarai dan sekitarnya
Kontak: Vera-08121032021, Putri-08151623293, Marsya-081287662315, Ellen/Yuli 3918505/31934172
Alamat Posko: Jalan Tambak II RT06/05 No. 32, Kel. Pegangsaan, Jakpus 10320

- Posko Banjir Calder Kontak: Dewo-08159104718

- Posko Banjir Kampung Apung, Kapuk, Jakarta Barat

Kontak: Rengga-081282822844, Ketua RW Juhri: 081387597010

- Posko Banjir Kebon Pala, Kampung Melayu

Kontak: Fadhel Achmad-081287658998/2263CE95

- School of Volunteer Universitas Indonesia (SOV)

Twitter: @SOV_UI
Contact: Amal–087775469636

- DREAMDELION

Fokus membantu korban banjir di Manggarai yang sudah Siaga I
Twitter: @dreamdelion
Kontak: Farah Mafaza–081311103406

- Posko Banjir SMA 8 Bukit Duri

Alamat: Depo PJKA Bukit Duri

- Posko Masjid Attahiriyah, Kampung Melayu

Alamat: Rektorat Universitas Attahiriyah-021 83785781

- Posko Peduli Banjir UNJ, Jakarta Timur

Kontak: Listya-08998874745, Amel-089652651163

- Harus Kuat Foundation

Alamat: Jalan H. Awi RT 02/09 No. 43 Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jl. Timbul 1 No 50 RT 06/04, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Telepon: 021 49113394

- Posko Banjir PKD Mapala Jabodetabeka

Alamat: Depan sekolah Santa Maria
Kontak: Molen-085694199615

- Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Alamat: Perkantoran Ciputat Indah, Jalan Ir. H Juanda No.50 Blok B8 Ciputat
Twitter: @ACTforhumanity
Kontak: 021 7414482/085330006000

(Sumber: Kementerian Dalam Negeri)

BPBD Gunungkidul Ajukan Status Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengajukan permohonan status darurat banjir dan tanah longsor kepada Bupati Gunungkidul.

Pengajuan status darurat banjir dan tanah longsor ini merupakan tidak lanjut dari arahan yang disampaikan oleh BNPB guna menghadapi musim penghujan.

Selain itu, juga hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) yang telah memaparkan adanya peningkatan intensitas hujan.

"Mudah-mudahan sebelum awal tahun untuk sudah dapat ditetapkan karena saat ini surat dari kami sudah masuk ke bagian hukum. Ada beberapa pertimbangan selain dari instruksi dari BNPB," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki, Minggu (29/12/2019).

Menurut Edy, dari pemetaan yang dilakukan oleh pihaknya, wilayah di Gunungkidul yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana banjir meliputi sepanjang bantaran sungai Oya, Desa Mertelu Gedangsari serta bantaran Kali Besole.

Sedangkan untuk wilayah yang rawan bencana tanah longsor meliputi Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Ponjong, Semin dan Purwosari.

"Hujan sudah merata sehingga meningkatkan potensi bencana baik itu tanah longsor maupun banjir. Sedangkan wilayah rawan banjir dan tanah longsor di Gunungkidul meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Ponjong dan Semin. Sedangkan untuk banjir kerawanan ada di beberapa titik seperti di wilayah Desa Mertelu, Gedangsari, sepanjang aliran Kali Oya dan Kali Besole di Kota Wonosari," paparnya.

Lanjut Edy, kawasan yang memiliki potensi banjir tidak hanya berada di daerah aliran sungai tetapi di beberapa lokasi juga rawan banjir karena serapan luweng yang tersumbat sehingga menjadi banjir.

"Seperti di beberapa lokasi di Tanjungsari, Saptosari, dan juga Purwosari. Genangan air seperti ini harus diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas warga," katanya. (Tribunjogja/Wisang Seto Pengaribowo)

More Articles ...