logo2

ugm-logo

REPORTASE WEBINAR PENGELOLAAN LOGISTIK DI FASILITAS KESEHATAN DALAM KERANGKA DISASTER LOGIC MODEL SEBAGAI BAGIAN DARI KESIAPSIAGAAN DAERAH MENGHADAPI BENCANA

REPORTASE

WEBINAR PENGELOLAAN LOGISTIK DI FASILITAS KESEHATAN DALAM KERANGKA DISASTER LOGIC MODEL SEBAGAI BAGIAN DARI KESIAPSIAGAAN DAERAH MENGHADAPI BENCANA

Kamis, 17 September 2026


PKMK-Yogyakarta. Ketahanan kesehatan menjadi sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan dimasa mendatang. Merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 4/2019, secara umum ketahanan kesehatan dapat digambarkan sebagai kemampuan ketahanan nasional dalam menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat dan/atau bencana non-alam akibat wabah penyakit, pandemi global, dan kedaruratan nuklir, biologi, dan kimia yang dapat berdampak nasional dan/atau global. Adanya pandemik Covid-19 menunjukkan bahwa ketahanan kesehatan masih perlu untuk ditingkatkan baik dari segi sistem kesehatan, fasilitas kesehatan maupun ketersediaan tenaga kesehatan. Salah satu aspek yang sering tidak diperhatikan saat pra-bencana maupun kedaruratan masyarakat adalah penyediaan dan pengelolaan logistik medis dalam menopang ketahanan kesehatan.

Pada kesempatan kali ini, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM melaksanakan Webinar “Pengelolaan Logistik di Fasilitas Kesehatan Dalam Kerangka Disaster Logic Model Sebagai Bagian Dari Kesiapsiagaan Daerah Menghadapi Bencana” pada Kamis, 17 September 2026 yang dilaksanakan secara daring. Webinar ini diikuti oleh 27 peserta melalui Zoom yang berasal dari akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan

 Kegiatan dibuka oleh dr. Muhammad Alif Seswandhana selaku moderator pada webinar kali ini. Acara dibuka dengan dr. Alif menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para peserta pada seminar kali ini. Kemudian dr. Alif juga memperkenalkan narasumber yang akan memberikan materi pada webinar hari ini.

logistik bencana 1

Dok. PKMK “Pembukaan Webinar Pengelolaan Logistik di Fasilitas Kesehatan Dalam Kerangka Disaster Logic Model Sebagai Bagian Dari Kesiapsiagaan Daerah Menghadapi Bencana” oleh dr. Muhammad Alif Seswandhana.

Kegiatan diawali dengan pengantar yang disampaikan oleh Happy R. Pangaribuan, SKM, MPH, selaku kepala divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM. Ibu Happy menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang telah berkenan untuk mengikuti kegiatan pada hari ini. Kemudian Ibu Happy menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia harus memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu, salah satu komponen yang harus disiapkan adalah logistik. Pada webinar kali ini akan dibahas mengenai logistik saat bencana, mulai dari konsep, lesson learnt, dan best practice yang bisa peserta gunakan di institusi masing-masing.

logistik bencana 2

Dok. PKMK “Pengantar” oleh Kepala Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM, Happy R. Pangaribuan, SKM, MPH.

Materi pertama disampaikan oleh apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid. dengan judul “Konsep dan Prinsip Disaster Logic Model Dalam Konteks Kesiapsiagaan dan Ketahanan Logistik Medis di Fasilitas Kesehatan”. Bapak Gde menyampaikan beberapa teori kebencanaan, salah satunya mengenai “Disasater Logic Model” yang menjadi fokus utama pada kesempatan kali ini dimana perlu dibuat serta dicatat mengenai kerusakan yang timbul dan kapasitas yang dimiliki fasilitas kesehatan. Setelah itu Bapak Gde juga menyampaikan mengenai ketahanan logistik sesuai dengan pedoman-pedoman yang sudah dimiliki oleh Indonesia, dimana pada pedoman-pedoman tersebut sudah tercatat apa saja logistik yang dibutuhkan pada setiap jenis bencana, relawan yang dibutuhkan siapa saja, dan pengorganisasiannya seperti apa. Terakhir Bapak Gde menyampaikan lesson learnt dari kasus terakhir kemarin yaitu gempa bumi Flores, NTT.

logistik bencana 3

Dok. PKMK “Konsep dan Prinsip Disaster Logic Model Dalam Konteks Kesiapsiagaan dan Ketahanan Logistik Medis di Fasilitas Kesehatan” oleh apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid.

Materi kedua disampaikan oleh apt. Taufiqurohman, M.Clin.Pharm.. dengan judul “Strategi Penguatan Surge Capacity yang Mencakup Sumber Daya Logistik Medis di Fasilitas Kesehatan”. Bapak Taufiq menyampaikan bahwa ketahanan logistik merupakan hal yang penting dalam keberlangsungan pelayanan di rumah sakit ketika terjadi bencana. Pemahaman yang baik mengenai surge capacity menjadi salah satu kunci dalam keberhasilan penanganan bencana di rumah sakit. Kemudian Bapak Taufiq juga menjelaskan apa saja rantai pengelolaan logistik untuk mempersiapkan rumah sakit dalam menghadapi bencana. Langkah-langkah yang dilakukan mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan, hingga pemusnahan dijelaskan dengan rinci. Ditambahkan juga oleh Bapak Taufiq mengenai pengalaman penanganan bencana yang sudah dilakukan oleh RS Akademik UGM.

logistik bencana 4

Dok. PKMK “Strategi Penguatan Surge Capacity yang Mencakup Sumber Daya Logistik Medis di Fasilitas Kesehatan” oleh apt. Taufiqurohman, M.Clin.Pharm.

Setelah sesi penyampaian materi, masuk ke acara selanjutnya yaitu sesi diskusi. Pada sesi ini peserta tampak antusias dan aktif ketika sesi diskusi berlangsung. Beberapa peserta yang merupakan praktisi baik di lingkungan rumah sakit maupun akademisi menyampaikan pengalaman dan diskusi mengenai kesiapan logistik di fasilitas kesehatan dalam menghadapi bencana sesuai dengan topik yang dibahas oleh narasumber.

logistik bencana 5

Dok. PKMK “Sesi Diskusi dan Tanya Jawab”.

Reporter: dr. Muhammad Alif Seswandhana (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM)

Reportase Webinar Series Resiliensi Fasilitas Kesehatan Seri 2: Struktur Organisasi dan Uji Aktivasi Sistem

Reportase

Webinar Series Resiliensi Fasilitas Kesehatan: Membangun Kesiapsiagaan Operasional dalam Menghadapi Krisis Kesehatan

Seri 2: Struktur Organisasi dan Uji Aktivasi Sistem

2 Juni 2026

 webinar series2 resiliensi 1

Dok. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

PKMK-Yogyakarta-Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Webinar Series Resiliensi Fasilitas Kesehatan Seri 2 dengan tema “Struktur Organisasi dan Uji Aktivasi Sistem” pada Selasa (2/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana dan krisis kesehatan. Webinar menghadirkan tiga narasumber yang membahas aspek penting dalam membangun kesiapsiagaan operasional rumah sakit, mulai dari struktur organisasi saat bencana, pembentukan Emergency Medical Team (EMT), hingga perencanaan simulasi bencana dan krisis kesehatan.

webinar series2 resiliensi 2

Materi pertama disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes yang membahas struktur organisasi saat bencana melalui pendekatan Incident Command System (ICS). Dalam paparannya dijelaskan bahwa kondisi kedaruratan tidak dapat ditangani menggunakan pola birokrasi rutin karena membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat, koordinasi yang jelas, serta pembagian tugas berdasarkan fungsi. Sistem Komando Insiden menjadi solusi untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya rumah sakit ke dalam lima fungsi utama, yaitu komando, operasional, perencanaan, logistik, serta keuangan dan administrasi. Penerapan ICS diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi dan mempercepat respons rumah sakit dalam situasi krisis.

webinar series2 resiliensi 3

Pada sesi kedua, dr. Corona Rintawan, Sp.EM memaparkan proses pembentukan Emergency Medical Team (EMT) di fasilitas pelayanan kesehatan. EMT dijelaskan sebagai tim kesehatan multidisiplin yang terorganisir, terlatih, mandiri, serta dapat dimobilisasi secara cepat untuk memberikan pelayanan kesehatan pada saat terjadi bencana maupun krisis kesehatan. Narasumber menekankan pentingnya komitmen pimpinan, pengembangan sumber daya manusia, penyusunan standar operasional prosedur, penguatan logistik, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi secara berkelanjutan. Selain itu, EMT juga harus terintegrasi dengan sistem krisis kesehatan nasional agar mampu memberikan respons yang efektif dan sesuai standar nasional maupun internasional.

webinar series2 resiliensi 4

Materi ketiga disampaikan oleh Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid yang mengulas perencanaan simulasi bencana dan krisis kesehatan sebagai bagian penting dari implementasi Hospital Disaster Plan (HDP). Simulasi dipandang sebagai sarana untuk menguji kesiapan organisasi, kemampuan personel, efektivitas koordinasi, serta kelayakan prosedur yang telah disusun. Narasumber menjelaskan berbagai bentuk simulasi, mulai dari table top exercise, command post exercise, hingga full scale exercise, yang dapat dipilih sesuai tujuan dan kapasitas fasilitas kesehatan. Penyusunan skenario yang realistis, alur respons yang jelas, serta mekanisme evaluasi menjadi komponen penting dalam memastikan simulasi memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kesiapsiagaan.

Diskusi yang berlangsung dalam webinar menunjukkan bahwa kesiapsiagaan fasilitas kesehatan bukan hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, melainkan juga pada kualitas tata kelola, koordinasi lintas fungsi, serta kompetensi sumber daya manusia. Struktur organisasi yang adaptif, keberadaan EMT yang siap dimobilisasi, dan simulasi yang dilakukan secara berkala merupakan elemen yang saling melengkapi dalam membangun ketangguhan sistem pelayanan kesehatan menghadapi berbagai ancaman bencana dan krisis.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya membangun sistem kesiapsiagaan operasional yang terintegrasi di fasilitas kesehatan. Diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan oleh para narasumber dapat menjadi referensi bagi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dalam memperkuat kapasitas respons, meningkatkan resiliensi organisasi, serta menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan pada saat terjadi bencana maupun krisis kesehatan di masa depan.

Reporter: Vina Yulia Anhar, SKM, MPH (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM)

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

More Articles ...