logo2

ugm-logo

Peringatan Dini Potensi Banjir Rob Akibat Fenomena Strawberry Moon di Pesisir NTB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai ancaman banjir pesisir (rob) yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pantai di Nusa Tenggara Barat dari tanggal 26 Juni hingga 4 Juli. Fenomena ini dipicu oleh adanya fase bulan purnama mikro (Strawberry Moon) yang puncaknya diprediksi terjadi pada akhir Juni, di mana gravitasi bulan dan matahari bekerja lebih kuat sehingga menaikkan permukaan air laut secara signifikan. Wilayah pesisir elevasi rendah yang rawan terdampak di Pulau Lombok meliputi wilayah Lembar, Ampenan, Pemenang, Jerowaru, dan Labuan Lombok. Sementara itu, di Pulau Sumbawa daerah yang dipetakan siaga meliputi Labuan Badas, Asakota, Hu'u, hingga Sape. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gangguan pada aktivitas pelabuhan, pemukiman pesisir, serta area tambak ikan.

sumber: http://regional.kompas.com

Dua Kabupaten di Nusa Tenggara Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Memasuki periode puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mengeluarkan pembaruan situasi kekeringan meteorologis per Jumat, 26 Juni. Sebanyak dua kabupaten/kota di NTB telah resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan akibat rendahnya curah hujan dasarian yang berada di bawah 50 mm. Berdasarkan hasil monitoring intensif, wilayah terdampak telah meluas ke 24 kecamatan dan 56 desa, yang mencakup setidaknya 13.769 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 41.891 jiwa terancam krisis air bersih. Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang tercatat di Stasiun Meteorologi M. Salahuddin Bima yang mencapai 35 hari berturut-turut (kategori sangat panjang). Guna mengantisipasi dampak yang lebih parah, BPBD telah mendistribusikan puluhan tangki air bersih portabel ke daerah level siaga tinggi seperti Sekotong, Jonggat, Pringgabaya, Hu'u, dan Palibelo.

sumber: https://bpbd.ntbprov.go.id

More Articles ...