Dua gempa besar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang dikenal sebagai fenomena earthquake doublet (gempa kembar) mengguncang wilayah northwestern Venezuela pada tanggal 24 Juni malam waktu setempat atau Kamis, 25 Juni pagi WIB. Gempa ini berpusat sangat dekat satu sama lain dengan selisih waktu hanya 39 detik, menghancurkan lebih dari 250 struktur bangunan termasuk delapan rumah sakit di Caracas dan La Guaira. Hingga Jumat, 26 Juni, jumlah korban tewas dilaporkan terus melonjak drastis mencapai 589 jiwa, sementara 2.980 lainnya mengalami luka-luka dan puluhan ribu orang dinyatakan hilang di bawah reruntuhan. Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodríguez, langsung mengumumkan status keadaan darurat nasional, yang memicu respons bantuan kemanusiaan darurat dari Amerika Serikat, China, PBB, hingga pernyataan duka dari pemerintah Indonesia. KBRI Caracas memastikan tiga WNI di sana berada dalam kondisi aman.
sumber: https://www.kompas.id/artikel/venezuela-darurat-nasional-as-dan-china-tawarkan-bantuan
Lokakarya Teknis BNPB : Finalisasi dan Diseminasi Studi Penduduk Terpapar Bencana pada Perempuan dan Kelompok Rentan
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) menyelenggarakan Lokakarya Teknis Finalisasi dan Diseminasi Studi Penduduk Terpapar Bencana pada Perempuan dan Kelompok Rentan di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Senin (29/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kebijakan penanggulangan bencana yang inklusif, adaptif, dan berbasis data melalui penyempurnaan hasil studi yang telah disusun bersama para mitra pembangunan dan pemangku kepentingan.
Indonesia menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks, hal ini tidak lepas dari tingginya potensi ancaman geologi serta meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi yang dipengaruhi perubahan iklim. Dalam kondisi tersebut, perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas menjadi kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi karena keterbatasan akses terhadap informasi, sumber daya, maupun layanan dasar. Oleh sebab itu, penyusunan kebijakan penanggulangan bencana perlu didukung oleh analisis keterpaparan yang lebih komprehensif dan terukur.
Studi yang disusun BNPB mengintegrasikan data kependudukan terpilah berdasarkan data bahaya dari Satu Data Bencana BNPB, jenis kelamin, usia, dan status disabilitas (Sex, Age, and Disability Disaggregated Data atau SADDD), serta berbagai data pendukung lainnya. Pendekatan ini bertujuan menghasilkan gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah penduduk yang berpotensi terdampak berbagai ancaman bencana sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih responsif terhadap kelompok rentan.
Dalam penyusunannya, analisis dilakukan menggunakan peta bahaya BNPB, data proyeksi iklim dari BMKG, data kependudukan terkini dari Kementerian Dalam Negeri, serta pendekatan analisis spasial berbasis grid berukuran satu hektare untuk meningkatkan akurasi perhitungan jumlah penduduk yang berada di wilayah terdampak. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan informasi yang lebih presisi sebagai dasar penguatan pengurangan risiko bencana di tingkat nasional maupun daerah.
Melalui lokakarya ini, para peserta meninjau, memvalidasi hasil analisis, menyempurnakan temuan studi berdasarkan masukan lintas sektor, memfinalisasi rekomendasi kebijakan, serta menyepakati naskah akhir studi sebelum didiseminasikan secara luas. Review hasil studi juga disampaikan oleh Dosen Pascasarjana Studi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta - Bagus Sumargo dan Regional MEAL Manager ASB South and Southeast Asia - Sridewanto Edi Pinuji dan peserta lainnya seperti perwakilan dari Badan Pusat Statistik, Badan Informasi Geospasial, Kementerian Dalam Negeri, serta unit kerja BNPB.
Adapun hasil yang diharapkan meliputi dokumen studi yang telah divalidasi, rekomendasi kebijakan yang disepakati, daftar penyempurnaan substansi, serta naskah final yang siap dimanfaatkan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Lokakarya ini diikuti oleh perwakilan BNPB, kementerian dan lembaga terkait, UNFPA, akademisi, serta para pakar yang memberikan masukan terhadap hasil studi. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan hasil studi sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta strategi pengurangan risiko bencana yang mampu melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
More Articles ...
- Longsor Skala Kecil Tutup Sebagian Lajur Wisata Tawangmangu
- Luapan Air Sungai Bengawan Solo Rendam Sawah Hilir di Tuban
- Dampak Kemarau Memicu Krisis Air Bersih di Gunungkidul
- Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Lawu Hanguskan Tegakan Pinus
- Krisis Air Bersih Meluas ke Sektor Perdesaan di Pasuruan Jawa Timur
- Gelombang Tinggi Landa Pesisir Selatan Yogyakarta
- Embun Upas Dingin Ekstrem Mulai Muncul di Dataran Tinggi Dieng
- Tanah Bergerak Picu Retakan Lantai Rumah Warga di Majalengka
- Gelombang Pasang Laut Rendam Ratusan Hektar Tambak Udang di Demak
- Kebakaran Lahan Gambut Baru Terdeteksi Radar Satelit di Siak Riau
- Gelombang Tinggi Rusak Lapak Pedagang di Pesisir Pantai Kebumen
- Gelombang Tinggi Rusak Lapak Pedagang di Pesisir Pantai Kebumen
- Penurunan Debit Waduk Utama Mulai Mengancam Irigasi di Jabar
- Semburan Abu Vulkanik Gunung Ibu Semburkan Kolom Setinggi 1,5 Km
- Angin Puting Beliung Rusak Gudang Penyimpanan Tani di Bojonegoro
- Abrasi Kuat Hancurkan Tanggul Penahan Ombak di Pesisir Takalar
- Kebakaran Lahan Vegetasi Kering Melanda Area Perbukitan di NTB
- Krisis Air Bersih Meluas ke Sektor Perdesaan di Pasuruan
- Puncak Pasang Maksimum Banjir Rob Rendam Pesisir Timur Surabaya
- Longsor Tebing Menutup Akses Jalan Antar-Desa di Kerinci Jambi
- Gempa Kuat M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Puluhan Rumah Rusak
- Longsor Bantaran Sungai Putuskan Jembatan Penghubung di Temanggung
- Angin Puting Beliung Rusak Gudang Pertanian di Bojonegoro
- Angin Kencang Terjang Sidenreng Rappang, Puluhan Atap Rumah Rusak
- Dampak El Nino Memicu Krisis Air Bersih di Tiga Kabupaten Jawa
- Kebakaran Lahan Gambut Baru Terdeteksi oleh Satelit di Riau
- Kebakaran Lahan Hanguskan Dua Hektar Perkebunan di Bener Meriah
- Tanah Bergerak Picu Keretakan Lantai Rumah Warga di Majalengka
- Banjir Pasang Laut Rendam Akses Utama Pelabuhan Belawan Medan
- Gelombang Tinggi Hantam Lapak Dagangan Pedagang di Selatan Bali
- Kebakaran Lahan Gambut Menghanguskan Area di Ogan Ilir
- Semburan Gas Solfatara Gunung Awu Sangihe Mengalami Peningkatan
- Gempa Tektonik Magnitudo 4,7 Mengguncang Kabupaten Sigi
- Banjir Rob Pasang Laut Merendam Kawasan Pesisir Indramayu
- Banjir Rob Rendam Pesisir Utara Jakarta
- Kebakaran Lahan Ilalang Kering Mengancam Area Tol di Pejagan
- Gunung Semeru Kembali Muntahkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1 Kilometer
- Luapan Sungai Masamba Rendam Pulau Permukiman di Luwu Utara
- Angin Puting Beliung Rusak Belasan Rumah Warga di Bone Sulawesi Selatan
- Kebakaran Lahan Gambut Mulai Mengancam Wilayah Rawa Tripa Aceh
- Pesisir Utara Jawa Memasuki Fase Awal Banjir Rob Juni
- Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem Timpa Mobil di Bandung
- Abrasi Pantai Mengancam Rumah Warga Pesisir Demak
- Sambaran Petir Rusak Fasilitas Gardu Listrik Medan
- Krisis Air Bersih Mulai Melanda Wilayah NTT
- Kebakaran Pasar Tradisional di Wilayah Jawa Timur
- Bocah Berumur 12 Tahun Hanyut di Aliran Sungai Bali
- Aktivitas Vulkanik Gunung Marapi Meningkat, Warga Waspada
- Tiga Pendaki Dilaporkan Tersesat di Gunung Bali
- Banjir Luapan Sungai Rendam Ratusan Rumah di Samarinda
- Gelombang Pasang Rusak Lapak Pedagang di Pantai Kebumen
- Pergerakan Tanah Tekuk Pemukiman Warga Garut
- Tanah Longsor di Jalur Trans-Sulawesi Hambat Logistik
- Tanah Longsor di Jalur Trans-Sulawesi Hambat Logistik
- Hujan Es dan Angin Kencang Landa Wilayah Sukabumi
- Kebakaran Permukiman Padat Penduduk di Jakarta Barat
- Peringatan Banjir Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah
- BMKG Deteksi Sebaran Titik Panas Karhutla di Riau
- Gempa Bermagnitudo M 4,8 Guncang Laut Banda Maluku
- Gempa Tektonik M 5,2 Guncang Bima NTB
- Tanah Longsor Tutup Jalan Penghubung di Cilacap
- Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Cilacap
- Kebakaran Hutan Meluas di Wilayah Aceh Barat
- Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Jalan Nasional Lumpuh
- BMKG Rilis Peringatan Dini Banjir Rob Pesisir Jakarta
- Puluhan Rumah di Kabupaten Bandung Terendam Banjir
- Puluhan Rumah di Kabupaten Bandung Terendam Banjir
- Banjir Luapan Landa Tiga Desa di Morowali Utara
- Banjir Rendam Lima Kecamatan di Kabupaten Bogor
- Gempa Bumi Bermagnitudo 3.6 Guncang Pacitan, Jatim
- Gempa Bumi Bermagnitudo 4.0 Guncang Ternate, Maluku Utara
- Inovasi Peredam Gempa Cerdas BRIN Percepat Pemulihan Pascabencana
- Tak Sekadar Panas, Ini Dampak El Nino Godzilla di Jakarta dan Sekitarnya
- El Nino “Godzilla”: Fenomena Iklim Ekstrem yang Bikin Kemarau Makin Ganas
- Zona Megathrust di RI Berubah, Ahli Jepang Tunjuk Lokasi Bahaya
- Gempa M4,0 Guncang Tasikmalaya dan Sekitarnya
- Gempa Bumi Magnitudo 6 Guncang Hokkaido, Jepang
- Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Hokkaido Jepang, tidak Berpotensi Tsunami
- Gempa M 6,2 Guncang Hokkaido, Jepang Akhiri Masa Siaga Megaquake
- Jepang Cabut Peringatan Gempa Super Besar Usai Gempa Magnitudo 7,7 hingga Picu Tsunami
- RI Terancam Kena Godzilla El Nino, Awas Harga Pangan Meroket!
- Skenario terburuk El Niño 2026: Puncak ‘neraka’ panas yang mengancam
- Sambut Hari Kesiapsiagaan Bencana, Pegawai Kapanewon Tempel Gelar Simulasi Gempa Bumi
- Dedi Mulyadi: Butuh Rp 7 Triliun dan 1.000 Hektare Lahan agar Bandung Raya Bebas Banjir
- Status 'Megaquake' Jepang: Mengapa Revisi Magnitudo 7,7 dan Peluang 1% Begitu Mengkhawatirkan?
- Mengapa Semarang Semakin Sering Banjir? Ini Penjelasan Dosen Teknik Geologi UNDIP
- Goncangannya lama, kepala sampai puyeng' – Kesaksian WNI saat gempa 7,7 guncang Jepang
- ANGIN PUTING BELIUNG TERJANG TIGA DESA DI ACEH TENGGARA, RATUSAN WARGA TERDAMPAK
- Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 14 April 2026
- Godzilla El Nino: Kekeringan dan Ancaman Krisis Pangan
- Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami
- BMKG rekam 960 gempa susulan pascagempa utama magnitudo 7,6
- Dari Hutan yang Menipis Hingga Bencana Mematikan
- Anomali Suhu Laut Picu Siklon, BMKG Sebut Bencana 2025 Jadi Peringatan Serius
- WHO Ingatkan Ancaman Bencana Nuklir di Iran, Serangan Dekat PLTN Bushehr Picu Kekhawatiran Global
- BNPB Minta Warga di Wilayah RI Ini Siap-Siap Evakuasi Mandiri, Kenapa?
- Gempa 7,6 guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara
- Gerry van Klinken Bicara soal Bencana Sumatera, Kapitalisme sampai Ekososialisme
- BNPB: Status tanggap darurat bencana di Kudus berlaku hingga Mei
- BNPB: Gempa 7,6 magnitudo di Bitung picu gelombang tsunami kecil

