logo2

ugm-logo

BPBD Akan Launching Mitigasi Bencana Melalui Didong

KBRN, Redelong: Bertepatan dengan Hari Didong Sedunia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah gelar launching mitigasi bencana melalui kesenian Didong Gayo pada Selasa 5 Agustus 2025.

Kalaksa BPBD Bener Meriah Safriadi kepada RRI Senin (4/8/2025) mengatakan hal itu dilakukan untuk mensosialisasikan resiko, pemahaman dan penanganan bencana sekaligus peningkatan status Waspada Gunung Api Burni Telong dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. 

Karena itu, Safriadi mengundang para maestro Ceh Didong dari dataran tinggi Tanoh Gayo untuk menampilkan kesenian asal Gayo tersebut.

"Kita akan sosialisasikan mitigasi bencana melalui Didong Gayo kepada masyarakat, sekaligus kita peringati Hari Didong Sedunia, para Maestro Ceh Didong akan tampil nantinya, " jelasnya. 

Klub Didong yang tampil pada launching tersebut tambah Safriadi akan melantunkan syair terkait kebencanaan dalam upaya meminimalisir terjadinya bencana di Kabupaten  kopi tersebut. 

Launching itu akan disiarkan secara langsung oleh youtube RRI Takengon Channel dan RRI Rimba Raya.

Kabupaten Sampang Punya Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana

KBRN, Sampang: Kabupaten Sampang kini memiliki Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) yang hadir untuk memberikan layanan khusus bagi penyandang disabilitas. 

Ketua ULD PB Sampang, Zahruddin menjelaskan bahwa unit ini dibentuk untuk memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam penanganan bencana.

“Selama ini kita belum memisahkan bagaimana cara penyandang disabilitas menangani bencana. Komunikasi dengan mereka harus khusus, misalnya menggunakan simbol atau tanda tertentu,” ujarnya, saat dialog interaktif di RRI Sampang, Selasa (5/8/2025).

Zahruddin menyatakan penyandang disabilitas bukan sekadar penerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana.

“Selama ini masyarakat memandang disabilitas sebagai beban. Padahal, mereka punya potensi. Teman-teman disabilitas harus dilibatkan agar bisa membantu saat bencana,” ucapnya.

Sebagai langkah awal, ULD PB Sampang akan melakukan sosialisasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memahami keberadaan unit ini sekaligus melakukan pendataan penyandang disabilitas. 

“Kami akan melibatkan OPD untuk mendata penyandang disabilitas di semua kecamatan, karena data yang ada belum terkoordinasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan BPBD Sampang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai inisiator pembentukan ULD PB. Dirinya berharap pemerintah dan komunitas turut memberikan dukungan maksimal agar kegiatan ini berjalan cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

More Articles ...