logo2

ugm-logo

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 25 November 2025

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 25 November 2025

Foto : Kerusakan rumah dan pohon tumbang akibat angin kencang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Senin (24/11). (BPBD Kabupaten Sinjai)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat berbagai peristiwa bencana yang dilaporkan pada periode Senin hingga Selasa (24-25 November 2025), pukul 07.00 WIB. Beberapa peristiwa bencana terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia.

Adapun yang pertama yakni banjir melanda wilayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.  Hujan deras dengan durasi panjang dan angin kencang, menyebabkan tiga kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Karangsambung, Alian dan Kebumen. Tercatat 4.695 jiwa dan masih dalam pendataan petugas. Kerugian material diantaranya satu unit pondok pesantren dengan 2.200 jiwa, serta luas wilayah terdampak 474,71 hektar.

Pusdalops BPBD Kabupaten Kebumen melakukan pemantauan, pengumpulan data dan pengerahan personel ke lokasi terdampak. Pemerintah setepat menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/409 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Cuaca Ekstrem di Provinsi Jawa Tengah, terhitung mulai  23 Oktober 2025 sampai dengan 23 Mei 2026. Kondisi terkini pada Senin (24/11) sebagian besar genangan telah surut.

Beralih ke Provinsi Jawa Timur, dipicu hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu Sungai Welang, menyebabkan pendangkalan dan penyempitan lebar sungai, serta jebolnya tanggul Sungai Welang di wilayah Kota Pasuruan, pada Senin (24/11). Wilayah terdampak yakni Kelurahan Karangketug, Randusari dan Krapyakrejo di Kecamatan Gadingrejo. 

Sebanyak 540 KK terdampak atas kejadian ini. Tinggi muka air berkisar antara 20 hingga 200 cm. BPBD Kota Pasuruan melakukan pemantauan ke Sungai Welang, Gembong dan Petung mulai pukul 16:00 WIB serta melakukan penangnan darurat bencana.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Hujan dengan intensitas tinggi, menyebabkan Sungai Sipon meluap dan menggenangi pemukiman warga. Lokasi terdampak yakni Kecamatan Lakbok dan Baregbeg. Tercatat 66 KK terdampak. BPBD Ciamis berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penanganan darurat. 

Pemerintah setempat menetapkan status Siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem serta abrasi dan tanah Longsor di daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2025/2026 sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025, terhitung mulai 15 September 2025 sampai dengan 30 April 2026. Kondisi terkini pada Senin (24/11) banjir telah surut. 

Beralih ke Provinsi Aceh, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Kabupaten Aceh Utara pada 19 hingga 20 November 2025.  Peningkatan volume air dengan kapasitas saluran yang tidak memadai, serta limpasan air dari kawasan perbukitan menyebabkan air menggenang dengan cepat. Sebanyak tujuh kecamatan terdampak yakni Kecamatan Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktya, Muara Batu, Langkahan, Syamtalira Aron dan Samudera. 

Tercatat sebanyak 2.476 KK / 3.260 jiwa terdampak dan masih dalam pendataan. Kerugian material diantaranya 2.476 unit rumah, satu jalan utama abrasi, 200 hektar lahan sawah dan 15 tambak turut terdampak. 

Pemerintah setempat menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 360/845/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Aceh Utara Tahun 2025, terhitung mulai  23 November 2025 sampai dengan 15 Januari 2026.

Kebutuhan mendesak diantaranya alat berat dan makanan pokok. Kondisi terkini pada Senin (24/11) air berangsur surut. 

Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Senin (24/11), pukul. 12.10 Wita. Lokasi terdampak yakni Kecamatan Sinjai Selatan, Utara dan Timur. Sebanyak 16 KK terdampak, serta kerugian material diantaranya 16 unit rumah rusak ringan, 23 pohon tumbang, 2 unit motor tertimpa pohon tumbang, satu unit Gedung rusak berat dan satu garasi mengalami rusak berat pada bagian atap.

BPBD Kabupaten Sinjaimberkoordinasi dengan TNI, Polri, organisasi perangkat daerah terkait, dan PLN untuk melakukan penanganan dan evakuasi pohon tumbang. Kondisi terkini pada Senin (24/11), Sebagian akses jalan sudah dapat dilalui.

Prakiraan Cuaca Tiga Hari ke depan

Pada periode 25 – 27 November 2025 cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi pada wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Utara.

BNPB mengimbau menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir dan angin kencang, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh. Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca, serta pahami langkah evakuasi mandiri jika diperlukan.

Longsor Banjarnegara: Operasi SAR Resmi Ditutup, BNPB Kini Fokus Pada Upaya Pemulihan

BANJARNEGARA – Setelah sepuluh hari upaya pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) dilakukan tanpa henti, operasi SAR terhadap korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi dihentikan pada Selasa (25/11). Keputusan ini diambil melalui evaluasi menyeluruh yang melibatkan seluruh unsur terkait, dan menjadi pilihan yang sangat berat bagi semua pihak, khususnya keluarga korban yang masih menanti kabar orang-orang yang mereka cintai.

BNPB bersama Basarnas dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memahami bahwa penutupan operasi SAR bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyentuh sisi emosional bagi masyarakat terdampak. Namun kondisi di lapangan seperti tanah yang masih bergerak, cuaca tidak menentu, serta kedalaman dan luas timbunan material menimbulkan risiko keselamatan yang tinggi bagi petugas maupun masyarakat. Pertimbangan ini menjadi dasar bahwa operasi SAR tidak dapat dilanjutkan tanpa mengorbankan keselamatan lebih banyak pihak.

Selama sepuluh hari pencarian, petugas menghadapi tantangan yang kompleks. Jenazah yang tertimbun dalam kondisi material basah dan minim sirkulasi udara mengalami kerusakan alami, sehingga memperberat proses identifikasi dan meningkatkan risiko kesehatan bagi petugas. Meski demikian, seluruh personel BNPB, Basarnas, TNI-Polri, PMI, Tagana, BPBD lintas daerah, pemerintah daerah, relawan, dukungan alat berat, hingga operasi modifikasi cuaca telah bekerja maksimal dengan standar keselamatan yang ketat.

Pada hari terakhir operasi, tim gabungan berhasil menemukan lima jenazah tambahan yang kini dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk proses identifikasi. Dengan temuan ini, total korban meninggal dunia menjadi 17 orang, termasuk dua potongan tubuh manusia. Meski seluruh metode pencarian telah diterapkan, sebanyak 11 korban lainnya tidak berhasil ditemukan.

Sebagian besar keluarga dan kerabat korban hadir dalam prosesi penutupan operasi SAR, yang dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga di lokasi longsor. Dalam suasana yang penuh haru, mereka menunjukkan ketabahan luar biasa menerima hasil akhir operasi yang secara teknis sudah tidak memungkinkan diperpanjang.

Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan empat warga luka-luka, 1.019 jiwa dari 343 KK mengungsi di lima lokasi pengungsian dan rumah warga. Kerugian material mencakup 206 rumah roboh, termasuk dua unit masjid, satu musala, jalur antar desa sepanjang 800 meter tertutup material, saluran irigasi 670 meter terdampak, persawahan warga, lima ekor sapi dan 125 kambing, tiga warung sembako, 11 warung lainnya, serta 24 kolam ikan.

Meskipun operasi SAR telah ditutup, dukungan terhadap masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas. BNPB menegaskan bahwa pendampingan psikososial, pemenuhan hak keluarga korban, serta bantuan administratif bagi keluarga korban yang belum ditemukan akan terus diberikan. Layanan informasi dan dukungan dapat diakses melalui posko terpadu di Kecamatan Pandanarum.

Tahapan pemulihan wilayah terdampak kini menjadi fokus utama BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan instansi terkait lainnya. Langkah awal meliputi relokasi warga dari zona merah yang dinyatakan tidak aman untuk hunian, serta perataan rumah yang berada di wilayah rawan untuk mencegah risiko tambahan. Sebelum proses ini dilakukan, warga diberikan kesempatan untuk mengambil barang-barang penting mereka dengan pendampingan petugas.

Dalam waktu dekat, BNPB akan merampungkan penyediaan 50 hunian sementara (huntara) tahap awal, yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap (huntap) dalam perencanaan jangka menengah. Targetnya, seluruh unit huntara rampung sebelum akhir Desember. Penyaluran santunan bagi keluarga korban sesuai ketentuan pemerintah juga akan segera dilaksanakan oleh Dinas Sosial.

Selain itu, BNPB mendukung pemulihan layanan publik, termasuk kegiatan belajar-mengajar dan aktivitas ekonomi masyarakat, serta pendampingan psikososial berkelanjutan, terutama bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga dan warga yang mengalami trauma. Secara paralel, pemetaan risiko dan penataan kawasan terus dilakukan, dengan penguatan mitigasi berbasis ekologi sebagai langkah jangka panjang untuk mencegah terulangnya bencana serupa.

BNPB menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas SAR, relawan, Forkopimda, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan warga yang bekerja tanpa mengenal lelah sejak hari pertama. Gotong royong dan solidaritas masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi masa sulit ini. BNPB juga berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbaru melalui kanal resmi pemerintah daerah, BPBD, dan BNPB. Pemulihan tidak hanya menyentuh infrastruktur, tetapi juga rasa aman dan keutuhan sosial masyarakat.

Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan semoga masyarakat Banjarnegara dapat bangkit kembali dengan kekuatan yang lebih besar.

More Articles ...