logo2

ugm-logo

BNPB: Status tanggap darurat bencana di Kudus berlaku hingga Mei

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berlaku hingga 31 Mei 2026 menyusul serangkaian peristiwa hujan deras disertai angin kencang yang merusak ratusan rumah warga.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, menyatakan status siaga darurat tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Kudus Nomor 300.2/296/2025 yang mencakup kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan angin kencang guna mempercepat respons penanggulangan bencana.

Menurut Abdul, langkah mitigasi ini juga berlaku untuk penanggulangan bencana angin kencang yang melanda empat desa di Kecamatan Undaan, yakni Desa Terangmas, Kalirejo, Glagahwaru, dan Medini, Senin (30/3) sore.

"Berdasarkan laporan kaji cepat, dua unit rumah warga dilaporkan mengalami rusak berat akibat diterjang angin kencang serta menyebabkan satu warga mengalami luka-luka," kata dia.

Menurut Abdul, penetapan status siaga darurat memungkinkan pengerahan sumber daya yang lebih terpadu antara TNI, Polri, dan relawan dalam melakukan penanganan darurat bagi 397 kepala keluarga yang terdampak.

 

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan bahwa tim petugas gabungan di Kudus saat ini masih melakukan pendataan mendalam terhadap 395 unit rumah lainnya yang terdampak guna mengelompokkan tingkat kerusakan serta menentukan langkah rehabilitasi lebih lanjut.

BNPB mengimbau otoritas di Jawa Tengah untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

BNPB: Gempa 7,6 magnitudo di Bitung picu gelombang tsunami kecil

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer.

Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.

“Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia.

Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

selengkapnya:  https://sulteng.antaranews.com/berita/380153/bnpb-gempa-76-magnitudo-di-bitung-picu-gelombang-tsunami-kecil

More Articles ...