logo2

ugm-logo

WHO Ingatkan Ancaman Bencana Nuklir di Iran, Serangan Dekat PLTN Bushehr Picu Kekhawatiran Global

TEHERAN, KOMPAS.TV – Eskalasi konflik di Timur Tengah kini memasuki fase yang lebih berbahaya.

Serangan yang terjadi di dekat fasilitas nuklir Iran memicu peringatan keras dari komunitas internasional, dengan risiko yang tidak lagi terbatas pada medan perang, melainkan berpotensi menjadi bencana kesehatan global lintas generasi.

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa serangan di sekitar fasilitas nuklir Iran merupakan “peringatan keras” akan potensi terjadinya kecelakaan nuklir.

“Serangan seperti ini dapat memicu kecelakaan nuklir dengan dampak kesehatan yang menghancurkan hingga generasi mendatang,” ujar Tedros dalam pernyataannya di X, dikutip dari Al Jazeera.

Insiden terbaru terjadi di sekitar Bushehr Nuclear Power Plant, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di Iran.

Menurut laporan International Atomic Energy Agency, sebuah proyektil menghantam area dekat fasilitas tersebut. 

Serangan itu menyebabkan satu anggota tim keamanan fasilitas tewas akibat serpihan proyektil, sementara bangunan di lokasi mengalami kerusakan akibat gelombang kejut.

PLTN Bushehr terletak di kota pesisir Bushehr yang dihuni sekitar 250.000 penduduk, menjadikannya salah satu titik strategis sekaligus rentan dalam konflik yang sedang berlangsung.

sumber: https://www.kompas.tv/internasional/661055/who-ingatkan-ancaman-bencana-nuklir-di-iran-serangan-dekat-pltn-bushehr-picu-kekhawatiran-global

BNPB Minta Warga di Wilayah RI Ini Siap-Siap Evakuasi Mandiri, Kenapa?

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk bersiap melakukan evakuasi mandiri karena meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat masa pancaroba (peralihan musim). Pada periode ini, cuaca cenderung tidak stabil dengan hujan deras, angin kencang, dan perubahan suhu yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga berisiko memicu bencana seperti banjir dan tanah longsor.

BNPB menekankan bahwa evakuasi mandiri penting dilakukan jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Masyarakat diminta untuk mengenali jalur evakuasi, segera menjauh dari area berbahaya seperti lereng, sungai, atau bangunan rapuh, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang dan struktur yang bisa roboh saat cuaca ekstrem.

Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan masih akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa waktu ke depan, yang dapat meningkatkan risiko bencana. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak, termasuk dengan langkah cepat seperti evakuasi mandiri sebelum kondisi menjadi lebih berbahaya. 

 

More Articles ...