logo2

ugm-logo

Gempa M6,4 Guncang Kepulauan Tanimbar, BMKG dan BPBD Lakukan Pemantauan

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 06.06 WIB. Berdasarkan laporan BNPB, pusat gempa berada pada koordinat 6,34 derajat Lintang Selatan dan 130,52 derajat Bujur Timur. Episenter berada di laut dengan kedalaman sekitar 160 kilometer.

BNPB menyampaikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar melaporkan guncangan tidak dirasakan oleh warga setempat. Walaupun demikian, pemantauan tetap dilakukan oleh BPBD bersama BNPB untuk memastikan tidak terdapat dampak lanjutan maupun laporan kerusakan dari wilayah sekitar pusat gempa.

Gempa dengan kedalaman menengah hingga dalam tetap perlu dipantau melalui informasi resmi lembaga yang berwenang. Parameter gempa dapat diperbarui setelah analisis lanjutan, sehingga masyarakat sebaiknya merujuk pada kanal BMKG dan BPBD. Pemeriksaan kondisi bangunan serta fasilitas umum juga menjadi bagian dari kewaspadaan setelah kejadian gempa.

Masyarakat diminta tetap tenang, tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pembaruan situasi. Warga perlu mengetahui jalur evakuasi dan memastikan perabot berat di rumah terpasang dengan aman. Informasi resmi mengenai gempa dan potensi bahaya harus menjadi rujukan utama.

Sumber: https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-29-oktober-2026

Banjir di Mandailing Natal Rendam 32 Rumah, Akses Jalan Sempat Terputus

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Rabu, 28 Oktober 2026 sejak pukul 18.00 WIB memicu peningkatan debit Sungai Simalagi. Air sungai kemudian meluap dan membanjiri permukiman warga di Desa Binanga, Kecamatan Huta Bargot, serta Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara.

Banjir berdampak pada dua desa yang berada di dua kecamatan tersebut. BNPB mencatat sebanyak 32 unit rumah terendam dan satu fasilitas ibadah turut terdampak. Genangan juga sempat melumpuhkan akses jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Kondisi tersebut mengganggu mobilitas warga dan aktivitas sehari-hari.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Mandailing Natal segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Petugas memantau kondisi genangan serta perkembangan debit air sungai. Berdasarkan laporan BNPB pada 29 Oktober, ketinggian air berangsur surut dan jalan yang sebelumnya terendam telah kembali dapat dilalui kendaraan.

Meskipun kondisi mulai membaik, warga yang tinggal di bantaran sungai tetap diminta waspada terhadap hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat sebaiknya tidak memaksakan perjalanan ketika jalan tergenang dan segera mengamankan dokumen serta barang penting apabila air kembali naik. Informasi lanjutan perlu mengikuti arahan BPBD setempat.

Sumber: https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-29-oktober-2026

More Articles ...