logo2

ugm-logo

Aktivitas sesar Lawaopo sebabkan dua kali gempa di Konawe

Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa aktivitas sesar Lawanopo menyebabkan dua kali gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil saat dihubungi di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 4,3 terjadi pada pukul 05.59 Wita, kemudian gempa selanjutnya terjadi pada pukul 08.50 Wita, dengan magnitudo 3,9.

Ia menyampaikan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 4,3 pertama itu dengan episenter terletak pada koordinat 3,73 LS; 122,18 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km Timur Laut Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 5 km.

"Sedangkan gempa kedua, gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 3,9. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,72 LS; 122,16 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km Timur Laut Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 4 km," kata Nasrol Adil.

Dia menyebutkan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Lawanopo.

Nasrol Adil mengungkapkan bahwa berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap dan laporan masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Konawe dengan skala intensitas IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, kemudian di Konawe Utara, Kolaka Timur dengan intensitas III MMI atau getaran seperti dirasakan nyata dalam rumah serta terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

"Sedangkan untuk daerah Kendari dengan skala II-III MMI yang getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," ujarnya.

Nasrol Adil menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Gempa bumi kedua ini merupakan gempa bumi susulan dari gempa yang pertama pada pukul 05.59 Wita tadi," jelas Nasrol Adil.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar memastikan informasi yang diterima hanya bersumber dari kanal-kanal atau media yang terverifikasi dan terpercaya.

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Laut Lebong Bengkulu, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

SinPo.id -  Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Lebong, Bengkulu, pada Sabtu malam 7 Maret 2026. Getaran gempa dilaporkan berpusat di laut dengan kedalaman 47 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa tersebut terjadi pada pukul 23.58.45 WIB.

“Mag: 5.7, 07-Mar-26 23:58:45 WIB,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG mencatat pusat gempa berada pada koordinat 2,99 Lintang Selatan dan 101,63 Bujur Timur. Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

BMKG juga memastikan gempa yang terjadi di wilayah perairan Lebong tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Penjelasan Magnitudo Gempa

Magnitudo merupakan ukuran untuk menentukan kekuatan gempa bumi yang dihitung dari amplitudo gelombang seismik yang direkam oleh alat seismograf. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh seismolog Amerika, Charles F. Richter dan Beno Gutenberg pada 1935 melalui skala yang dikenal sebagai Skala Richter.

Pada skala tersebut, setiap kenaikan satu tingkat magnitudo menunjukkan peningkatan kekuatan getaran hingga 10 kali lipat. Selain itu, energi yang dilepaskan gempa juga meningkat sekitar 31 kali lebih besar dari tingkat sebelumnya.

Namun dalam praktik modern, pengukuran kekuatan gempa kini lebih banyak menggunakan Skala Magnitudo Momen (Moment Magnitude Scale/Mw) yang dinilai lebih akurat dalam menghitung total energi yang dilepaskan oleh gempa bumi besar.

More Articles ...